- Presiden Prabowo dikabarkan akan merombak kabinet, Senin sore ini.
- Menteri Koperasi, Menpora, Menteri P2MI, dan Menkopolhukam dikabarkan terpental.
- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin disebut bakal rangkap Menkopolhukam.
Suara.com - Beredar kabar Presiden Prabowo Subianto akan 'mengocok ulang' susunan Kabinet Merah Putih, dengan 4 menteri terpental, Senin (8/9/2025) sore.
Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih semakin santer di kalangan Istana, Senin siang.
Informasi ini sontak menyita perhatian publik dan kalangan elite politik, memunculkan spekulasi mengenai siapa saja yang akan bertahan dan siapa yang akan terdepak dari lingkar kekuasaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di kalangan awak media, setidaknya ada empat posisi menteri yang disebut-sebut akan mengalami pergantian kepemimpinan.
Keempat pos tersebut merupakan sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan isu politik, hukum, keamanan, kepemudaan, hingga ekonomi kerakyatan.
Daftar Menteri Terdampak Isu Reshuffle
Kabar yang beredar menyebutkan nama-nama menteri yang posisinya berada di ujung tanduk.
Berikut adalah daftar empat menteri yang santer diisukan akan diganti oleh Presiden Prabowo:
- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam): Budi Gunawan
- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora): Dito Ariotedjo
- Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI): Abdul Kadir Karding
- Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi
Meskipun nama-nama tersebut telah beredar luas, siapa yang akan menjadi pengganti mereka masih menjadi teka-teki.
Baca Juga: Viral Foto Raja Juli Main Domino Bareng Eks Tersangka Pembalakan Liar, Ini Klarifikasi Lengkapnya
Namun, sebuah spekulasi menarik muncul terkait posisi Menko Polhukam.
Kabarnya, jabatan krusial ini akan dirangkap oleh Menteri Pertahanan saat ini, Sjafrie Sjamsoeddin, yang dikenal sebagai salah satu orang dekat Presiden Prabowo.
Analisis Politik: Upaya Meredam Gejolak Publik?
Langkah reshuffle ini dinilai oleh banyak kalangan bukan sekadar penyegaran biasa.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, pada akhir pekan lalu, mengemukakan pandangannya bahwa perombakan kabinet di tengah gelombang demonstrasi yang terjadi belakangan ini dapat menjadi langkah strategis untuk meredam gejolak publik.
Menurut Agung, reshuffle akan mengirimkan pesan kuat bahwa "Presiden Prabowo Subianto serius melakukan perbaikan sesuai aspirasi rakyat."
Tag
Berita Terkait
-
Viral Foto Raja Juli Main Domino Bareng Eks Tersangka Pembalakan Liar, Ini Klarifikasi Lengkapnya
-
Karding Pasang Badan Bela Menhut yang Kepergok Main Domino dengan Tersangka Pembalakan Liar!
-
Tak Terima Disebut Tersangka, Azis Wellang Ngadu ke Polda Usai Viral Main Domino Bareng 2 Menteri
-
Pembelaan Kompak Raja Juli dan Karding Usai Viral Foto Main Domino Bareng Eks Tersangka Pembalakan
-
Disebut Pengusaha Pembalakan Liar Main Domino Bareng Menteri? Aziz Wellang Buka Suara!
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Prabowo Didesak Segera Ganti Menteri Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa
-
Biar Hemat Gizi Terjamin, DPR Desak Dapur MBG Berbasis Sekolah
-
Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot
-
IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel
-
Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?
-
Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar
-
Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini
-
Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran
-
Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan
-
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar