- Dito Ariotedjo belum diganti, pelantikan Menpora baru ditunda karena ia sedang di luar kota.
- Status Dito Ariotedjo sebagai Menpora masih menunggu pengumuman resmi Presiden Prabowo Subianto.
- Kekosongan Menpora di Kabinet Merah Putih menimbulkan pertanyaan: benarkah Dito batal dicopot.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto belum mengumumkan siapa Menpora RI yang baru untuk menggantikan Dito Ariotedjo pada Senin (8/9/2025) sore saat melakukan pelantikan menteri baru di Istana Negara, Jakarta.
Dalam prosesi pelantikan Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo resmi melantik sejumlah menteri baru, di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, serta Mochamad Yusuf Irfan atau Gus Irfan sebagai Menteri Haji-Umrah. Dahnil Simanjuntak juga dilantik sebagai Wamen Haji-Umrah.
Namun, posisi Menpora dan Menko Polkam yang baru tetap kosong karena belum diumumkan dalam prosesi pelantikan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo menjelaskan, pengganti Dito Ariotedjo belum dilantik karena sedang berada di luar kota.
"Kedua terkait Menpora, pengganti Menpora kebetulan posisi sedang di luar kota sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari ini dan akan dijadwalkan kembali di prosesi pelantikan berikutnya," ujar Mensesneg Prasetyo.
Sebelumnya, Dito Ariotedjo diangkat menjadi Menpora oleh Presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode 2019-2024.
Dito dilantik di Istana Negara pada 3 April 2023, menggantikan Zainudin Amali yang memilih fokus pada sepak bola nasional setelah terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
Meski begitu, Dito kembali dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tetap menempati jabatan Menpora pada Kabinet Merah Putih. Pengumuman tersebut dilakukan pada 20 Oktober 2024 di Istana Kepresidenan.
Menjelang pelantikan terbaru, Dito Ariotedjo sempat mengunggah pesan perpisahan dari jabatan Menpora, memicu spekulasi mengenai statusnya. Hingga kini, publik masih menanti pengumuman resmi kapan posisi Menpora definitif akan diisi.
Tag
Berita Terkait
-
Gelombang Dubes Baru di Istana, Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Negara Sahabat
-
Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana, Benarkah Calon Menkeu Baru?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Pasokan Minyak Dunia Terguncang Parah Akibat Serangan AS ke Dekat Selat Hormuz
-
Panas! Babak Baru Perselisihan Donald Trump vs Benjamin Netanyahu
-
Jamin Proses Pelaksanaan SPMB Lancar Sampai Tahap Akhir, Gubernur Jabar Sempurnakan Pelaksanaannya
-
Terjerat Judi Online, Anak-Anak Disebut Sampai Mencuri dan Berutang Pinjol
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Perang Meluas! Iran Bombardir Bahrain, Kuwait, dan Yordania, Sasar Pangkalan AS
-
Ada 24 Nama Diduga Terkait Korupsi MBG, Mayoritas dari Kalangan Legislatif
-
Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Nama AHY Dikaitkan Kasus BGN, Demokrat Tegaskan Itu Fitnah