- Kesenjangan Sosial yang Sangat Jelas
- Prioritas Anggaran yang Salah
- Kualitas Perwakilan Rakyat yang Patut Dipertanyakan
Suara.com - Di saat puluhan ribu anak di Kabupaten Bogor terancam masa depannya karena putus sekolah dan belajar di bangunan reyot, para wakil rakyatnya justru menikmati kemewahan dari tunjangan bulanan yang nilainya nyaris mencapai Rp100 juta.
Sebuah potret kontras yang menyakitkan antara kehidupan para pejabat Kabupaten Bogor dengan penderitaan warga yang mereka wakili.
Kesenjangan ini menjadi sorotan tajam dari Pengamat Politik, Yusfitriadi, yang membongkar data tunjangan fantastis anggota DPRD Kabupaten Bogor yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2023.
Aturan ini menjadi karpet merah bagi para legislator untuk menerima pendapatan jauh di atas penderitaan rakyatnya.
Berdasarkan data yang diungkap, angka-angka yang diterima para wakil rakyat setiap bulannya sungguh mencengangkan.
Yusfitriadi merinci bahwa pendapatan tersebut bukan hanya gaji pokok, melainkan tumpukan tunjangan dengan berbagai nama.
"Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2023, ada banyak item tunjangan yang diterima oleh Wakil Rakyat Kabupaten Bogor, baik yang bersifat rutin, incidental maupun kondisional," kata Yusfitriadi, Selasa (9/9/2025).
Berikut adalah rincian pendapatan bulanan yang diterima pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor:
- Ketua DPRD: Mencapai Rp 91.510.000,-
- Wakil Ketua DPRD: Mencapai Rp 86.756.250,-
- Anggota DPRD: Mencapai Rp 74.706.750,-
Yang lebih ironis, komponen terbesar dari pendapatan tersebut adalah untuk fasilitas pribadi yang nilainya luar biasa.
"Tunjangan terbesar ada pada Tunjangan Perumahan Rp 38.500.000, hingga 44.500.000. bahkan kenaikan tunjangan perumahan tersebut kenaikannya mencapai 100 persen dari tahun sebelumnya," jelas Yusfitriadi.
Baca Juga: Sekolah Rusak, Siswa SDN Tegal Benteng Bogor Belajar di Halaman Rumah Warga
Selain itu, ada pula Tunjangan Transportasi sebesar Rp 17.400.000,- dan Tunjangan Komunikasi sebesar Rp 14.700.000,- per anggota setiap bulannya.
Angka-angka ini seolah menjadi tembok tebal yang memisahkan mereka dari realitas pahit warganya.
Kemewahan yang dinikmati para anggota dewan berbanding terbalik 180 derajat dengan kondisi sosial di Bumi Tegar Beriman.
Saat para wakil rakyat tidur nyenyak di rumah yang dibiayai puluhan juta, ratusan ribu warganya berjuang melawan kemiskinan.
"Berdasarkan data BPS tahun 2024 jumlah penduduk miskin di Kabupaten bogor masih sangat besar mencapai jumlah 446,8 ribu jiwa atau 7,05 % dari jumlah penduduk," ungkap Yusfitriadi.
Tak hanya itu, masa depan generasi penerus pun tampak suram. Kesulitan ekonomi memaksa puluhan ribu anak meninggalkan bangku sekolah, sementara mereka yang bertahan harus belajar di fasilitas yang tidak layak.
Tag
Berita Terkait
-
Sekolah Rusak, Siswa SDN Tegal Benteng Bogor Belajar di Halaman Rumah Warga
-
5 Lokasi Rumah Murah di Cileungsi Harga Mulai 130 Juta, Cocok untuk Milenial Gaji UMR
-
8 Fakta Mengejutkan Tragedi Maulid Nabi di Ciomas, dari Teras Maut Hingga Jumlah Korban
-
Bupati Bogor: Total Korban Majelis Ambruk 80 Orang Lebih
-
Perayaan Maulid di Bogor Berujung Duka, Mushola Ambruk Tewaskan 3 Orang
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya