- Said Didu Minta Tak Menganggungkan Sri Mulyani
- Sebut Sebagai Menkeu sudah merekayasa keuangan negara
- Purbaya Diminta tak ulangi gaya menkeu sebelumnya
Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu berpendapat bahwa penghentian Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan adalah hal yang tepat.
Said menilai bahwa Sri Mulyani selama ini sudah merekayasa semua sistem keuangan negara, hingga berbuntut hutang yang sangat tinggi.
“Penghentian Sri Mulyani itu menurut saya mengakhiri arogansi kebenaran terhadap Sri Mulyani. Dan kita harus tahu bahwa Sri Mulyani ini Menteri hanya dia Menteri Keuangan sejak Undang-Undang Keuangan Negara 2003,” ujar Said, dikutip dari youtube Hersubeno Point, Rabu (10/9/25).
“Dialah yang merekayasa semua sistem keuangan negara yang terjadi, sehingga terjadi kesalahan yang menyimpang sekarang, dengan hutang yang sangat tinggi, pajak yang sangat tinggi, dan lain-lain,” tambahnya.
Reshuffle ini menurut Said sekaligus menjadi momen menghilangkan mitos bahwa seakan – akan Sri Mulyani adalah kepercayaan dunia Internasioanl.
“ini juga menghilangkan mitos seakan – akan Sri Mulyani ini adalah kepercayaan dunia internasional,” ucapnya.
“Tidak juga, jangan terlalu mengagung – agungkan dia,” imbuhnya.
Menurut Said, hutang luar negeri yang kerap disebut – sebut oleh Sri Mulyani hanya dibesar – besarkan saja, sehingga membuat masyarakat resah.
“Kita tahu, utang luar negeri kita itu tidak banyak, tidak sampai 20%. Jadi tidak masalah sama sekali,” sebut Said.
Baca Juga: Gebrakan Menkeu Baru Salurkan Rp 200 T ke Bank Himbara, Apa Dampaknya?
Said sontak mengungkapkan bahwa Sri Mulyani tidak seharusnya disanjung karena kehebatannya.
Pasalnya menurut Said, Sri Mulyani salah satu orang penyebab kerusakan.
“Hilangkan mitos bahwa dia itu hebat. Bahwa dia penyebab kerusakan itu iya,” ucapnya.
Selama ini menurut Said Didu, Sri Mulyani sudah menyembunyikan semua keburukan yang terjadi di Kementerian Keuangan, sehingga tertutupi dengan rapi.
“Kita juga harus buka semua bagaimana permainan di dirjen Pajak, di Bea Cukai, harus dibuka semua,” ungkapnya.
“Karena selama ada dia (Sri Mulyani) maka semua keburukan yang terjadi di Kementerian Keuangan tertutupi. Saya ulangi, sejak 2003 Undang – Undang Keuangan Negara hanya 1 menteri keuangan yang merancang dan melaksanakan itu adalah Sri Mulyani. Dan seakan-akan benar semua,” sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Terbongkar! Penyebab Utama Banjir Jakarta yang Tak Teratasi: 'Catchment Area' Sudah Mati?
-
Mengapa RJ Kasus Suami Bela Istri Baru Berhasil di Kejaksaan? Pengacara Beberkan Hambatannya
-
Kapolri Listyo Tolak Jadi Menteri Kepolisian, Pilih Jadi Petani Saja
-
Tata Cara Upacara Bendera di Sekolah Menurut SE Mendikdasmen No 4 Tahun 2026
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden
-
Sesuai Mandat Reformasi, Kapolri Nilai Posisi Polri Langsung di Bawah Presiden Sudah Ideal
-
Tiga Tahun Nihil Serangan Teror, Kapolri Waspadai Perekrutan 110 Anak Lewat Ruang Digital
-
Kapolri Dorong Perpol 10/2025 Masuk Revisi UU Polri, Tegaskan Tak Melawan Putusan MK
-
Saut Situmorang: Demokrasi Mahal Jadi Akar Korupsi, OTT KPK Hanya Puncak Gunung Es