- Roy Suryo secara resmi ditunjuk oleh Forum Purnawirawan TNI sebagai ahli
- Upaya pemakzulan didasarkan pada empat isu krusial
- Selain pemakzulan, Roy Suryo juga mendukung penuh gugatan perdata Rp125 triliun
Suara.com - Pakar telematika dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, menyatakan kesiapannya untuk berada di garda depan dalam upaya pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kesiapan ini ditegaskan setelah dirinya secara resmi ditunjuk sebagai ahli oleh Forum Purnawirawan TNI yang menggulirkan permohonan pemakzulan secara konstitusional melalui DPR/MPR RI.
Roy Suryo mengungkapkan bahwa sejumlah jenderal purnawirawan TNI memintanya untuk memperkuat basis argumen dan data dalam mosi tersebut. Tak main-main, ia mengaku telah menyiapkan serangkaian dokumen dan analisis tajam, termasuk data terkait akun kontroversial 'Fufufafa' yang sempat viral dan diduga milik Gibran, meski telah dibantah.
"Pemakzulan yang dilakukan purnawirawan TNI memuat empat klausul, yaitu klausul terkait Mahkamah Konstitusi, kapasitas dan kapabilitas, akun Fufufafa, serta dugaan korupsi," jelas Roy Suryo usai menggelar bedah buku Jokowi’s White Paper di Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Rabu (10/9/2025).
Upaya pemakzulan ini sendiri telah bergulir sejak 19 Agustus 2025, ketika surat usulan yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh militer seperti Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dan Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto dilayangkan ke DPR dan MPR.
Namun, menurut Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, surat tersebut hingga kini belum diproses di tingkat pimpinan.
Dasar utama permohonan ini adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90/PUU-XXI/2023 yang meloloskan Gibran sebagai cawapres. Para purnawirawan menilai putusan itu cacat hukum karena keterlibatan Anwar Usman, paman Gibran, sebagai Ketua MK saat itu, yang memicu dugaan kuat adanya konflik kepentingan.
Selain isu putusan MK dan akun Fufufafa, Roy Suryo juga menyoroti masalah keabsahan ijazah Gibran. Ia secara terbuka mendukung gugatan perdata senilai Rp125 triliun yang dilayangkan warga sipil bernama Subhan Palal terhadap Gibran terkait dugaan tidak memiliki ijazah SMA yang sah menurut hukum Indonesia.
Roy memaparkan adanya kejanggalan pada riwayat pendidikan Gibran yang tercatat, mulai dari jenjang SD hingga SMA di Orchard Secondary School dan UTS Insearch Sydney, Australia, yang dinilainya tidak konsisten secara kronologis.
Ia bahkan telah mengamankan bukti digital untuk mendukung gugatan tersebut jika diperlukan.
Baca Juga: Roy Suryo Bawa 'Jokowis White Paper' ke DPR, Ijazah SMA Gibran Disebut 'Dagelan Srimulat'
"Kalau kita tampilkan nanti, pada saat misalnya Pak Subhan lanjut butuh bukti, saya akan support beliau dengan data-data yang sudah saya capture itu. Tahun-tahun sekolahnya ini aneh," ujar Roy Suryo.
Sidang perdana gugatan perdata dengan nomor perkara 583/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst itu sendiri telah berlangsung pada Senin, 8 September 2025, menandai babak baru dari kontroversi yang terus membayangi kursi wakil presiden.
Berita Terkait
-
Roy Suryo Bawa 'Jokowis White Paper' ke DPR, Ijazah SMA Gibran Disebut 'Dagelan Srimulat'
-
Dengar Keluhan Pengungsi Banjir Bali, Gibran Tegaskan Rumah dan Fasum Rusak Akan Dibangun Ulang
-
Ijazah Gibran Digugat Rp125 T, Jokowi Tunjuk 'Orang Besar' di Baliknya
-
Gibran Pakai Sarung Tangan Terbalik saat Hendak Panen Lobster Jadi Sorotan, TNI Turun Tangan
-
Plot Twist! Kejagung Klaim 'Dicari' Jaksa, Tapi Silfester Koar-koar Sudah Damai dengan JK
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
-
Prabowo Kaji Efisiensi Anggaran ala Pakistan, Potong Gaji Anggota DPR dan Kabinet
-
DPR Siap Dukung Kebijakan Efisiensi Prabowo, Termasuk WFH dan Pemotongan Gaji Pejabat
-
Eks Penasihat PM Israel Bongkar Skenario Partai Likud Selamatkan Benjamin Netanyahu
-
Polisi Ungkap Rute Pelarian Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
H-5 Idulfitri, 5.500 Pemudik Tinggalkan Jakarta Lewat Terminal Kalideres
-
Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Tak Boleh Beli AC dan Mobil
-
Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri
-
Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer
-
Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku