News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 16:46 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. [X]
Baca 10 detik
  • Tensi Iran dan koalisi AS-Israel terus meningkat; Israel melancarkan serangan baru ke Teheran, memicu respons balasan Iran.
  • Serangan terbaru Israel merusak fasilitas sipil Palang Merah Iran, meningkatkan total korban jiwa di Iran menjadi 1.444 orang.
  • Iran secara tegas menolak permintaan gencatan senjata dan mengklaim kesiapan militer penuh untuk melanjutkan pembelaan diri.

Suara.com - Memasuki hari ke-17 sejak serangan pertama dilancarkan, tensi antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Laporan terbaru menyebutkan Israel kembali melancarkan gelombang serangan baru yang menargetkan ibu kota Iran, Teheran.

Tak lama berselang, kantor berita Mehr melaporkan Iran telah merespons serangan tersebut.

Dampak serangan terbaru ini juga menyasar fasilitas sipil. Palang Merah Iran melaporkan salah satu klinik dan pos bantuan kemanusiaan mereka mengalami kerusakan akibat serangan Israel.

Sementara itu, jumlah korban jiwa di pihak Iran per Minggu (15/3/2026) terus bertambah, mencapai 1.444 orang tewas dan 18.551 lainnya mengalami luka-luka.

Di tengah eskalasi militer, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dengan tegas menepis klaim yang menyebut Teheran menginginkan adanya pembicaraan gencatan senjata.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News pada hari Minggu (15/3/2026), ia menegaskan posisi negaranya.

“Tidak, kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap membela diri selama diperlukan,” katanya dikutip dari Aljazeera.

Sikap keras ini sejalan dengan pernyataan dari militer. Juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, mengklaim bahwa sebagian besar persenjataan yang dimiliki IRGC masih utuh dan siap digunakan.

Baca Juga: Keras! Paus Leo XIV Singgung Serangan AS yang Tewaskan Ratusan Anak Iran: Hentikan Perang

Iran juga dilaporkan melakukan serangan balasan kepada zionis. Media lokal menyebutkan sirene serangan udara sempat aktif di Israel bagian tengah pada Senin (16/3/2025) pagi setelah sebuah rudal ditembakkan dari Iran.

Proyektil tersebut dilaporkan mendarat di area terbuka tanpa menimbulkan korban. Tak lama kemudian, sirene kembali meraung di wilayah Israel bagian selatan.

Load More