- Foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diduga kuat hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku.
- TAUD mendorong kepolisian melacak penyebar pertama foto AI sebagai bukti tambahan untuk mencari pelaku sebenarnya.
- Insiden penyerangan terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) di Cikini melibatkan empat orang terencana dan terencana.
Suara.com - Teka-teki pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak baru yang membingungkan. Muncul dugaan kuat bahwa foto terduga pelaku yang sempat viral di media sosial hanyalah rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI).
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) pun angkat bicara menanggapi klaim tersebut. Jika benar foto itu adalah produk AI, maka gambar tersebut tidak dapat dijadikan barang bukti hukum karena validitasnya yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Perwakilan TAUD, Airlangga Julio, mengungkapkan kekhawatirannya. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, ada kemungkinan foto AI tersebut sengaja diciptakan dan disebar oleh pelaku sendiri sebagai strategi counter-insurgency digital untuk mengaburkan informasi.
Alih-alih membiarkannya menguap, Airlangga justru mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi mendalam terhadap asal-usul konten tersebut.
“Nah, kami juga mendorong ke kepolisian kalau memang dapat kesimpulan seperti itu dilacak sampai kepada siapa pihak pertama yang merekayasa foto tersebut dan itu dijadikan bukti tambahan untuk mencari pelaku, seperti itu,” tegas Airlangga di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Himbauan Stop Sebar Foto Hoaks
Senada dengan Airlangga, Fadhil Alfathan yang juga perwakilan TAUD, meminta masyarakat untuk lebih bijak dan berhenti menyebarluaskan foto hasil kecerdasan buatan tersebut. Ketidakpastian kebenaran foto itu justru berisiko memperkeruh proses pencarian keadilan.
Sebagai gantinya, TAUD membuka pintu bagi siapa saja yang memiliki bukti otentik terkait insiden berdarah tersebut.
“Kami juga menghimbau jika ada yang memiliki dokumentasi atau pun informasi berkaitan dengan peristiwa tersebut bisa menyampaikannya langsung kepada Tim Advokasi untuk Demokrasi,” ujar Fadhil.
Baca Juga: Usut Teror Air Keras Andrie Yunus, TAUD Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen
Kronologi Tragedi Cikini
Kasus ini bermula dari serangan keji yang menimpa Andrie Yunus oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Akibat penyiraman air keras tersebut, Andrie menderita luka bakar serius, terutama di area mata kanan.
Peristiwa naas itu terjadi usai Andrie meninggalkan Kantor YLBHI setelah mengisi siaran podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” pada Kamis malam (12/3/2026), sekitar pukul 23.00 WIB.
Penyelidikan kepolisian sejauh ini menunjukkan bahwa aksi tersebut bukan dilakukan secara tunggal, melainkan terencana dan melibatkan empat orang.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa pergerakan para pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV).
"Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini," ungkap Iman dalam konferensi pers, Senin.
Kini, fokus utama tidak hanya tertuju pada penangkapan eksekutor di lapangan, tetapi juga mengungkap siapa 'sutradara' di balik rekayasa informasi digital yang berusaha menghalangi proses hukum ini.
Berita Terkait
-
Polisi Ungkap Rute Pelarian Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku
-
Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia
-
Usut Teror Air Keras Andrie Yunus, TAUD Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen
-
Jangan Sampai Terlambat, Ini 6 Langkah Cepat Pertolongan Pertama Saat Terkena Air Keras
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa
-
Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat
-
Manfaatkan Kepercayaan Majikan, ART di Solo Diduga Curi Uang dan Perhiasan