- Dalam sebulan terjadi tiga kali kecelakaan Bus Transjakarta.
- PT Transjakarta akan memperketat standar keselamatan layanan.
- PT Transjakarta bakal asesmen psikologi yang lebih mendalam bagi 11.000 pramudi.
Suara.com - Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, memastikan pihaknya akan memperketat standar keselamatan layanan usai tiga kecelakaan bus terjadi dalam sebulan terakhir. Langkah utamanya adalah menerapkan asesmen psikologi yang lebih mendalam bagi lebih dari 11.000 pramudi.
Welfizon mengungkapkan, hasil pemeriksaan internal menunjukkan bahwa dua dari tiga kecelakaan disebabkan oleh faktor human error dan kondisi psikologis pramudi yang tidak stabil saat menghadapi situasi genting.
"Kondisi yang terjadi dalam dua kecelakaan terakhir, di mana pada saat pramudi dihadapkan pada kondisi yang cukup genting dan itu menimbulkan kepanikan. Jadi salah satu [bagian] proses pengambilan keputusan yang harus diperkuat, sehingga pada saat dihadapkan pada kondisi-kondisi yang kritis itu tetap bisa lebih tenang," ungkap Welfizon dalam rapat dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Asesmen Psikologi Bekerja Sama dengan KNKT
Untuk mengatasi hal ini, Welfizon menjelaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasilnya, akan dirancang sebuah modul asesmen baru yang lebih canggih.
"Yang kemarin pada saat bicara dengan KNKT, [disepakati] perlu dibuat yang lebih advance (lanjutan), sehingga aspek psikologis sebelum menaiki kendaraan itu juga bisa dilakukan asesmen dengan baik," kata Welfizon.
Evaluasi ini akan melibatkan lebih dari 11.000 pramudi Transjakarta. Modul baru nantinya tidak hanya akan menguji kemampuan teknis, tetapi juga soft skill dan kesiapan mental.
"Kami targetkan dalam tiga bulan ke depan kita akan punya satu acuan pramudi Transjakarta, baik dari sisi soft skill, technical skill, dan psikologisnya," tambahnya.
Sebagai informasi, rentetan kecelakaan yang memicu evaluasi ini adalah:
Baca Juga: Diduga Cemburu, Suami di Kebon Jeruk Bunuh Istri Lalu Serahkan Diri ke Polisi
- 6 September: Sebuah bus Transjakarta menabrak toko di Jalan Raya Minangkabau, Jakarta Selatan, menyebabkan seorang penjaga toko terluka.
- 18 September: Satu unit bus bertabrakan dengan truk di depan RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat.
- 19 September: Sebuah bus menabrak kios, rumah, serta kendaraan warga di Jalan Raya Stasiun Cakung, Jakarta Timur, mengakibatkan tujuh orang luka-luka.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
16 Sekolah Unggulan Garuda Dibuka, Salah Satunya di Sultra
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!