- Ketua DPR RI Puan Maharani, atas nama seluruh pimpinan dan anggota, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia
- Puan menegaskan bahwa DPR harus berani menerima segala bentuk kritik dari rakyat
- Ia memberikan otokritik kepada internal DPR, mengingatkan bahwa anggota dewan harus lebih fokus membicarakan kepentingan rakyat daripada sibuk dengan urusan internal
Suara.com - Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di ruang rapat paripurna Gedung Parlemen. Ketua DPR RI, Puan Maharani, dengan suara tegas namun penuh kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Indonesia. Momen langka ini terjadi saat ia melaporkan kinerja lembaga legislatif, mengakui bahwa DPR belum sepenuhnya mampu menjalankan tugas sebagai wakil rakyat secara sempurna.
Permintaan maaf ini sontak menjadi sorotan utama, mengingat derasnya arus kritik yang kerap menghantam lembaga terhormat tersebut. Puan seolah menyadari betul sentimen publik yang seringkali skeptis dan kritis terhadap kinerja para legislator di Senayan.
"Dengan penuh kerendahan hati, atas nama seluruh Anggota dan Pimpinan DPR RI, kami meminta maaf, kepada rakyat Indonesia," kata Puan di hadapan para anggota dewan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Puan secara spesifik mengakui bahwa DPR memahami berbagai cara rakyat meluapkan kekecewaannya. Ia sadar bahwa kritik tersebut bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari yang halus, keras, hingga yang terkadang dianggap kasar.
Puan merinci bahwa kritik rakyat kepada DPR RI seringkali termanifestasi dalam aksi nyata, seperti demonstrasi massa yang bergelombang di depan gedung DPR RI, unjuk rasa di berbagai pelosok daerah, hingga riuhnya perbincangan dan unggahan bernada tajam di jagat media sosial. Alih-alih bersikap defensif, Puan justru menegaskan bahwa DPR harus membuka telinga lebar-lebar.
"DPR RI harus berani mendengar, berani di kritik, dan berkomitmen tinggi untuk meningkatkan dedikasinya, sehingga harapan dan keyakinan rakyat tetap tumbuh dan mengakar," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Lebih jauh, Puan juga memberikan pesan menohok ke internal lembaganya. Ia mengingatkan bahwa sebagai wakil rakyat, fokus utama anggota dewan seharusnya adalah memperjuangkan nasib rakyat, bukan sebaliknya. Pernyataan ini seakan menjadi otokritik bagi para politisi yang mungkin lebih sibuk dengan urusan internal atau pencitraan pribadi.
"Sebagai wakil rakyat, anggota DPR RI harus lebih sibuk membicarakan rakyat, bukan rakyat yang sibuk membicarakan DPR, atau DPR yang justru sibuk membicarakan diri sendiri," ujarnya.
Cucu Proklamator Bung Karno ini juga mengingatkan kembali esensi dari pengabdian sebagai anggota dewan. Menurutnya, seluruh anggota DPR RI harus siap mendedikasikan waktu, tenaga, bahkan rela mengorbankan kepentingan pribadi demi menjalankan amanah rakyat. Tanggung jawab yang diemban, lanjutnya, bukan hanya untuk masa kini, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa.
Baca Juga: Ada Gugatan ke MK soal Uang Pensiun DPR, Begini Respons Puan Maharani
"Kebijakan negara yang kita ambil pada hari ini, akan menentukan masa depan bangsa dan negara," kata Puan, menggarisbawahi betapa krusialnya setiap keputusan yang lahir dari Senayan.
Sebagai penutup pidatonya yang penuh refleksi, Puan memastikan bahwa DPR RI akan menjadikan setiap kritik dan masukan, sepedas apapun itu, sebagai bahan bakar untuk perbaikan. Ia berjanji bahwa lembaga yang dipimpinnya akan terus berbenah dan bertransformasi menjadi lebih baik dalam memenuhi mandat yang diberikan oleh rakyat.
"Marilah kita perkuat komitmen dan kerja bersama untuk mewujudkan DPR RI yang sungguh-sungguh menjadi rumah rakyat, suara rakyat, dan perjuangan kehidupan rakyat," katanya.
Berita Terkait
-
Rapat Paripurna Sepakat RUU P2SK Jadi Usulan DPR
-
Ada Gugatan ke MK soal Uang Pensiun DPR, Begini Respons Puan Maharani
-
Ungkit Demo Besar Agustus, Puan Maharani ke DPR-Pemerintah: Yang Salah Kita Perbaiki Bersama
-
Kontaminasi Radioaktif Cesium-137 di Cikande, Puan Maharani Bicara Evaluasi dan Pengawasan Ketat
-
'Ini Partisipasi Semu!' Koalisi Sipil Tagih Janji dan Ultimatum DPR soal RKUHAP
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal
-
Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi
-
Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran
-
Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi
-
Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO
-
Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung
-
Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi
-
Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon
-
WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?