-
Menteri Haji baru serahkan 200 nama calon pejabat ke KPK.
-
Langkah ini untuk mencegah korupsi sejak awal di kementerian baru.
-
KPK akan melakukan vetting dan memberikan pendampingan anti-korupsi.
Suara.com - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, secara proaktif mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyerahkan sekitar 200 nama calon pejabatnya untuk diperiksa latar belakangnya sebelum mereka resmi diangkat.
Langkah tak biasa ini diambil sebagai upaya mitigasi dan pencegahan korupsi sejak hari pertama kementerian beroperasi.
Gus Irfan, sapaan Irfan Yusuf, menegaskan ingin memastikan orang-orang yang akan mengisi pos strategis di kementeriannya bersih dari rekam jejak yang bermasalah.
“Kami juga menyerahkan beberapa nama calon pejabat yang akan bergabung dengan Kementerian Haji untuk di-tracking supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari di Kementerian Haji,” katanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).
Minta 'Dikawal' KPK
Selain menyerahkan nama, Gus Irfan secara eksplisit meminta pendampingan penuh dari lembaga antirasuah dalam setiap proses bisnis di kementeriannya.
Ia ingin memastikan seluruh penyelenggaraan haji dan umrah ke depan berjalan sesuai mandat presiden untuk akuntabilitas dan transparansi.
“Kita ingin agar selalu mendapat pendampingan dari KPK untuk memastikan bahwa semua proses yang kita lakukan sesuai dengan aturan seperti amanat dari presiden bahwa proses haji harus dilakukan secara akuntabel dan transparan,” ujar Irfan.
Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Harefa, menyambut baik langkah proaktif dari kementerian baru ini.
Baca Juga: Menteri Haji dan Umrah Serahkan 200 Nama Calon Pejabat ke KPK, Ada Apa?
Namun, ia juga memberikan 'peringatan' halus dengan mengingatkan bahwa sektor haji memiliki sejarah panjang yang rentan akan korupsi.
Apalagi, KPK telah memiliki sejumlah kajian dan bahkan penyelidikan.
“KPK juga menyampaikan bahwa KPK sudah pernah melakukan kajian-kajian, telaahan, dan bahkan juga penyelidikan terkait dengan kegiatan haji ini,” ucap Cahya.
Sebagai tindak lanjut, Cahya menyatakan bahwa KPK akan segera memberikan pembekalan dan sosialisasi anti-korupsi kepada seluruh pegawai Kementerian Haji dan Umrah.
“Harapannya ke depan proses terkait dengan kepengurusan dan pengelolaan jemaah haji kita ini makin hari makin lebih baik,” tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita