Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan hanya karena posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) di kabinet Presiden Prabowo Subianto, melainkan karena sikap empatinya terhadap para korban musibah runtuhnya musholla Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.
Pada Kamis (2/10/2025), Cak Imin mengunjungi langsung lokasi ponpes yang ambruk dan menelan korban jiwa maupun luka. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan belasungkawa mendalam serta doa agar keluarga korban diberikan ketabahan menghadapi ujian berat ini.
Namun bukan hanya ucapan simpati, Cak Imin juga mengambil langkah nyata dengan menyatakan siap mengangkat beberapa santri korban selamat sebagai anak asuhnya, khususnya mereka yang harus menghadapi amputasi akibat luka serius.
Beberapa nama santri yang akan menjadi anak angkatnya adalah Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana. Cak Imin menegaskan kesiapannya untuk mendampingi kebutuhan hidup mereka, termasuk pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
Kesanggupan tersebut membuat jumlah harta kekayaannya menjadi menarik untuk dibahas oleh publik. Berapakah kira-kira nilainya?
Harta Kekayaan Cak Imin di LHKPN
Di balik langkah sosial Cak Imin tersebut di atas, publik menyoroti harta kekayaan Cak Imin yang cukup besar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Desember 2024, Cak Imin tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp37.482.769.615.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan laporan sebelumnya saat ia maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2024, yang sebesar Rp25.975.043.212.
Peningkatan tersebut terutama terlihat dari nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya di Jakarta Selatan. Meski jumlah aset tanah dan bangunan berkurang, nilainya justru naik lebih dari Rp11 miliar. Berikut rincian sebagian aset Cak Imin menurut laporan terbaru:
Baca Juga: Berapa Anak Cak Imin? Angkat Santri Korban Reruntuhan Al Khoziny Jadi Anak
1. Tanah dan Bangunan total Rp36.080.000.000
- Tanah seluas 386 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp3,68 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 300 per 200 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp3 miliar.
- Tanah seluas 595 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp5,95 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 670 per 1500 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp23,45 miliar.
2. Alat Transportasi dan Mesin total Rp259.000.000
- Motor Piaggio 2007 senilai Rp9 juta.
- Mobil Toyota Alphard 2009 senilai Rp250 juta (warisan).
3. Harta Bergerak Lainnya total Rp233.500.000
4. Kas dan Setara Kas total Rp910.269.615
Dalam laporan LHKPN mencatat Cak Imin tidak memiliki surat berharga maupun utang. Dengan demikian, nilai kekayaan yang ia laporkan benar-benar murni aset tanpa potongan kewajiban finansial.
Sebagai perbandingan saja, dalam laporan yang disampaikan ke KPK pada 17 Oktober 2023 menjelang Pilpres 2024, kekayaan Cak Imin tercatat Rp25,9 miliar. Pada laporan itu, ia memiliki lima aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp24,7 miliar.
Aset tersebut di antaranya:
- Tanah seluas 386 meter persegi senilai Rp3,1 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 723 per 400 meter persegi senilai Rp5,8 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 1.070 per 500 meter persegi senilai Rp9 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 300 per 200 meter persegi senilai Rp2,5 miliar.
- Tanah seluas 595 meter persegi senilai Rp4,3 miliar.
Selain itu, ia juga melaporkan kendaraan berupa Piaggio dan Alphard dengan nilai total Rp259 juta, harta bergerak Rp171,5 juta, serta kas Rp844,5 juta. Jumlah tersebut kala itu belum mencatat kenaikan besar seperti yang terlihat pada laporan 2024.
Demikian itu informasi harta kekayaan Cak Imin. Ia akan mengangkat santri Buduran korban amputasi sebagai anak dan menjanjikan biaya pendidikan sampai perguruan tinggi. Di satu sisi, ia tercatat sebagai pejabat dengan kekayaan hingga Rp37,4 miliar. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Sudah 37 Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Al Khoziny, Tim SAR Hadapi Ancaman Penyakit dan Beton
-
Berapa Anak Cak Imin? Angkat Santri Korban Reruntuhan Al Khoziny Jadi Anak
-
Korban Ambruknya Gedung Ponpes Al Khoziny Terus Bertambah, Tim SAR Sudah Temukan 37 Jenazah
-
Harta Kekayaan Putri Tanjung Pernah Terungkap di LHKPN, Capai Rp 5 M Tanpa Utang
-
Gedung Ponpes Al-Khoziny Ambruk Tewaskan 13 Orang, FKBI Desak Investigasi dan Soroti Kelalaian Fatal
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?