- Gubernur DKI Jakarta menanggapi isu pemaksaan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang disalahgunakan oknum selama Ramadan.
- Partisipasi masyarakat dalam program BAZNAS DKI Jakarta bersifat sukarela, bukan merupakan kewajiban yang dapat dipaksakan.
- Penegasan ini disampaikan oleh Gubernur Pramono Anung saat meninjau Bundaran HI pada Jumat, 27 Februari 2026.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan tanggapan tegas mengenai dugaan adanya pemaksaan dalam pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di wilayah ibu kota.
Isu ini mencuat setelah ajakan gubernur untuk berzakat melalui BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta di bulan Ramadan ditengarai mulai disalahgunakan oleh sejumlah oknum.
Di media sosial, sejumlah warga mulai menyuarakan kegelisahan mereka terkait gerakan infak yang terkesan menjadi sebuah kewajiban di lingkungan tempat tinggal, seiring beredarnya surat permohonan penyaluran sedekah melalui badan zakat itu.
Keresahan senada juga diungkapkan oleh salah satu wali murid yang membeberkan adanya instruksi wajib bagi siswa untuk menyetor zakat ke BAZNAS melalui pihak sekolah.
Menyikapi fenomena tersebut, Pramono Anung menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam program sosial ini sepenuhnya bersifat sukarela tanpa ada tekanan.
Penjelasan ini disampaikan langsung oleh gubernur saat meninjau kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (27/2/2026).
Pramono menegaskan bahwa mekanisme pengumpulan dana yang dilakukan oleh BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta sebenarnya sudah menjadi rutinitas tahunan yang lazim.
"BAZNAS (BAZIS) ini kan sudah rutin dan sudah biasa," ujar Pramono Anung.
Pramono juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada penyimpangan aturan dalam implementasi ajakan berderma tersebut di lapangan.
Baca Juga: DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
"Kalau untuk kalangan warga, sifatnya sukarela," katanya menambahkan.
Mantan Sekretaris Kabinet ini melarang keras segala bentuk kewajiban terhadap warga dalam urusan pengumpulan dana zakat maupun infak.
"Sehingga dengan demikian, kepada warga tidak boleh ada pemaksaan sama sekali," tegas Pramono.
Pernyataan ini diharapkan dapat meredam kegaduhan sekaligus menjadi peringatan bagi petugas di tingkat wilayah agar tetap mematuhi koridor aturan yang berlaku.
Berita Terkait
-
Baznas Tetapkan Nisab Zakat 2026 Naik 7 Persen, Ini Alasannya
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu