- Partai Golkar melalui Sekjen Sarmuji memberikan peringatan kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar.
- Rudy Mas'ud beralasan pembelian mobil inden telah disetujui tahun 2024 untuk medan Kaltim yang berat dan menjaga marwah daerah.
- Saat ini, Rudy Mas'ud diminta Golkar lebih peka, sementara ia masih menggunakan mobil dinas pribadinya untuk tugas kedinasan.
Suara.com - Partai Golkar akhirnya turun tangan merespons polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud seharga Rp8,5 miliar yang menjadi sorotan tajam publik.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan kepada kadernya tersebut.
Sarmuji menyatakan bahwa Rudy Mas'ud telah diminta untuk lebih peka dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Ia menekankan, seorang kepala daerah harus menggunakan kondisi rakyat sebagai tolok ukur dalam setiap kebijakannya, bukan memakai ukuran pribadi, sekalipun ada berbagai alasan pembenar.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim. Kami meminta untuk lebih mendengarkan suara publik di tengah efisiensi," kata Sarmuji di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (27/2/2026).
Menurut Sarmuji, Rudy sempat memberikan penjelasan bahwa anggaran untuk mobil mewah tersebut sudah disetujui pada tahun 2024 dan proses pembeliannya dilakukan dengan sistem inden. Alasan kondisi medan yang berat di Kaltim juga menjadi salah satu justifikasi.
"Kalimantan Timur medannya berat, dengan luas wilayah seperti luasan pulau Jawa. Tapi apapun kita harus mengukur dengan kondisi rakyat kita," ujar Sarmuji.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini Rudy Mas'ud masih menggunakan mobil pribadinya untuk menjalankan tugas-tugas kedinasan. Golkar, kata Sarmuji, menilai langkah tersebut jauh lebih baik di tengah situasi saat ini.
"Itu lebih baik meskipun pada dasarnya Gubernur berhak mendapatkan mobil dinas," katanya.
Baca Juga: Gubernur Kaltim Beli Mobil Dinas Mewah Rp 8,5 Miliar Di Tengah Efisiensi , Ini Respons Golkar!
Polemik ini bermula dari pernyataan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang menyebut pengadaan mobil dinas seharga Rp8,5 miliar itu diperlukan demi menjaga marwah Kalimantan Timur.
Ia juga mengklaim bahwa pembelian mobil dengan spesifikasi tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).
Tag
Berita Terkait
-
Gubernur Kaltim Beli Mobil Dinas Mewah Rp 8,5 Miliar Di Tengah Efisiensi , Ini Respons Golkar!
-
Jam Tangan Rp2,5 Miliar, Segini Gaji Gubernur Kaltim yang Minta Mobil Dinas Rp8,5 M
-
7 Gaya Glamor Istri Gubernur Kaltim Sarifah Suraidah, Style Ala Noni Belanda Disorot
-
Spesifikasi Mewah Range Rover Autobiography, Calon Mobil Dinas Gubernur Kaltim
-
Gubernur Kaltim dari Partai Apa? Disorot karena Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
TNI Dikirim ke Gaza, Misi Damai atau Jebakan Perang Maut Lawan Hamas?
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual
-
Gus Ipul Bocorkan Rencana Kemensos untuk Jangkau Ratusan Ribu Lansia dapat MBG Tahun Ini
-
KPK Ungkap Modus Budiman Bayu Sembunyikan Uang Gratifikasi Rp5,19 Miliar