- Dina Oktaviani (21) dibunuh oleh atasannya, Heryanto (27), setelah pelaku memanfaatkan kepercayaan korban yang sering curhat
- Pelaku menggunakan modus menyarankan korban untuk berobat ke "orang pintar" untuk melancarkan aksi pembunuhannya
- Motif utama pembunuhan adalah ekonomi, di mana pelaku tergiur untuk menguasai harta benda berharga milik korban
Suara.com - Kepercayaan yang tulus seringkali menjadi awal dari sebuah tragedi. Inilah kisah pilu yang menimpa Dina Oktaviani (21), seorang karyawati mini market yang jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Citarum, Karawang.
Pelakunya tak lain adalah Heryanto (27), kepala toko sekaligus atasan yang selama ini ia anggap sebagai teman dekat untuk berkeluh kesah.
Di balik wajah tertunduk lesu saat ditangkap Sat Reskrim Polres Karawang, Heryanto menyimpan cerita pengkhianatan yang keji. Kedekatan antara atasan dan bawahan ini ternyata dimanfaatkan secara licik.
Dina, yang sedang galau karena masalah percintaan, tak menyangka bahwa curhatnya akan menjadi jalan menuju kematiannya.
Heryanto mengakui bahwa Dina sering menceritakan masalah pribadinya, terutama soal asmara yang kandas. Ia memposisikan diri sebagai pendengar dan pemberi nasihat yang baik, membangun sebuah jembatan kepercayaan yang rapuh.
"Awalnya jauh-jauh hari dia (korban) sering curhat sama saya katanya dia ada masalah, suka sama cowok tapi cowok itu udah enggak ada rasa lagi sama dia. Jadi dekat sering saya kasih saran," ungkap Heryanto di Mapolres Karawang, dikutip Kamis (9/10/2025).
Kepercayaan Dina semakin dalam seiring berjalannya waktu. Melihat kondisi emosional bawahannya yang labil, Heryanto melancarkan modus operandinya. Ia menyarankan Dina untuk mencari pengobatan spiritual kepada "orang pintar" yang ia kenal, dengan dalih untuk membantu melupakan sang mantan kekasih.
"Makin berjalan waktu sering cerita, kemudian saya menyarankan dia untuk berobat kebetulan saya kenal sama orang pintar yang bisa ngobatin itu," jelasnya.
Namun, niat di balik saran itu sungguh biadab. Pertemuan yang diatur Heryanto bukanlah untuk pengobatan, melainkan eksekusi dari rencana jahatnya. Ia mengaku tergiur dengan harta benda yang dimiliki Dina, mulai dari gawai, sepeda motor, hingga perhiasan.
Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Sadis Dina Oktaviani: Pelaku Rekan Kerja, Terancam Hukuman Mati
"Dan kemarin terjadilah pertemuan itu, tapi singkat cerita saya tergiur tadi (harta DO) tidak ada rencana itu (pembunuhan dan pemerkosaan)," pungkasnya.
Di tengah himpitan ekonomi, Heryanto tega menghabisi nyawa wanita muda yang telah memberinya kepercayaan. "Dibunuhnya dicekik pak, karena butuh ekonomi," ujarnya singkat.
"Saya tergiur barang-barang yang dimiliki korban," sambungnya.
Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Nazal Fawwaz, mengonfirmasi bahwa Heryanto berhasil ditangkap Tim Taktis Sanggabuana di sebuah retail di Rest Area KM 72A, Purwakarta, pada Rabu (8/10/2025), sehari setelah jasad Dina ditemukan.
"Pelaku berinisial H (27) ditangkap di salah satu retail Rest Area KM 72A, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta," ujar Nazal.
Berita Terkait
-
7 Fakta Pembunuhan Sadis Dina Oktaviani: Pelaku Rekan Kerja, Terancam Hukuman Mati
-
Curhat Cinta Berujung Maut: Dina Oktaviani Dibunuh Atasan, Modus Orang Pintar Jadi Jebakan
-
Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis
-
Serunai Maut II, Perang Terakhir di Pulau Jengka dan Simbol Kejahatan
-
Serunai Maut: Ketika Mitos, Iman, dan Logika Bertarung di Pulau Jengka
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?