- Pelaku pembunuhan, Herianto (27), merupakan atasan kerja Dina Oktaviani (21) di sebuah minimarket di Rest Area Tol Cipularang
- Pelaku menjebak korban dengan berpura-pura bisa membantu sebagai 'orang pintar' untuk mengatasi masalah asmara korban
- Kepolisian memastikan motif pembunuhan adalah ekonomi, di mana pelaku ingin menguasai harta benda milik korban
Suara.com - Tabir misteri penemuan jasad wanita di aliran Sungai Citarum, Karawang, akhirnya tersingkap dengan akhir yang tragis dan mengejutkan. Korban, yang diidentifikasi sebagai Dina Oktaviani (21), ternyata tewas di tangan atasannya sendiri di sebuah minimarket, Herianto (27), melalui sebuah jebakan keji berkedok bantuan spiritual.
Kepolisian Resor Karawang berhasil meringkus pelaku kurang dari 24 jam setelah jasad Dina ditemukan, mengakhiri spekulasi yang berkembang di masyarakat. Penangkapan ini mengungkap sebuah kisah pengkhianatan yang berawal dari curahan hati seorang bawahan kepada atasannya.
Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Nazal M Fawwaz, menjelaskan bahwa pelaku ditangkap tanpa perlawanan di tempat kerjanya.
"Bekerja sama dengan Resmob Polda Jabar, pelaku kami amankan di tempat kerjanya di Alfamart Rest Area KM 72A pada Hari Rabu, 8 Oktober sekitar pukul 18.00 WIB," kata Nazal saat konferensi pers di Mapolres Karawang, Kamis (9/10).
Kisah pilu ini bermula saat Dina, yang sedang galau karena masalah percintaan, curhat kepada Herianto. Dalam keputusasaannya, Dina meminta tolong untuk dicarikan 'orang pintar' agar ia bisa melupakan mantan kekasihnya.
Melihat peluang dalam kelengahan korban, Herianto justru menawarkan diri untuk membantu. Ia membujuk Dina agar datang ke kediamannya di Kecamatan Cibatu, Purwakarta, pada Senin (6/10) petang, dengan dalih akan melakukan ritual. Namun, niat jahat sudah tersembunyi di balik tawaran bantuan tersebut.
Nahas, bukannya mendapat ketenangan, nyawa Dina justru dihabisi di rumah pelaku. Setelah membunuh korban, Herianto dengan dingin membuang jasadnya ke aliran Sungai Citarum untuk menghilangkan jejak, sebelum akhirnya ditemukan warga keesokan harinya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa motif di balik pembunuhan sadis ini murni karena faktor ekonomi. Pelaku gelap mata dan ingin menguasai harta benda milik korban yang tak seberapa.
"Motif kejahatan ini adalah 'motif ekonomi'. Pelaku menguasai harta benda korban," tegas AKP Nazal.
Baca Juga: Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis
Sebelumnya, penemuan jasad Dina Oktaviani sempat menggemparkan warga Dusun Munjul Kaler, Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang, pada Selasa (7/10) pagi.
Seorang pekerja di sekitar sungai menjadi saksi pertama yang melihat tubuh manusia mengapung. Setelah didekati, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah seorang perempuan muda yang telah meninggal dunia, yang kemudian diketahui sebagai Dina.
Berita Terkait
-
Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis
-
Serunai Maut II, Perang Terakhir di Pulau Jengka dan Simbol Kejahatan
-
Serunai Maut: Ketika Mitos, Iman, dan Logika Bertarung di Pulau Jengka
-
Bunuh Anak Buah Gegara Masalah Cewek, Kompol Yogi dan Ipda Haris Mendadak Pindah ke Rutan, Mengapa?
-
Teriakan Pecah Dini Hari! Detik-detik Terapis Muda Ditemukan Tewas di Pejaten Barat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?
-
Tok! Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak
-
Menkeu Purbaya Dapat Gift Paus Saat Live TikTok, KPK: Kalau Ragu Lapor, Ingat Jenderal Hoegeng
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
-
Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial