- Mereka tergabung dalam Komite Esksekutif Percapatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
- Velix Wanggai ditunjuk memimpin Komite Eksekutif tersebut. Mantan Pj Gubernur Papua Pegunungan tersebut dilantik menjadi Ketua.
- Velix mengatakan Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan pembangunan di Papua secara langsung dan terintegrasi.
Suara.com - Komite Esksekutif Percapatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua memiliki ketua dan anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota Kabinet Merah Putih, mantan jenderal, hingga eks staf khusus Presiden ke-7 Joko Widodo.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik ketua dan anggota Komite Eksekutif di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Velix Wanggai ditunjuk memimpin Komite Eksekutif tersebut. Mantan Pj Gubernur Papua Pegunungan tersebut dilantik menjadi Ketua.
Sementara itu, anggota Komite terdiri dari John Wempi Wetipo, mantan Wakil Menteri Dalam Negeri; Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri; Yanni, Ketua DPD Gerindra Papua; John Gluba Gebze, mantan Bupati Merauke; Johnson Estrella Sihasale, aktor dan sineas; serta mantan staf khusus Presiden ke-7 RI Jokowi, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar.
Selain itu, ada mantan jenderal TNI/Polri yang ikut ditunjuk sebagai anggota Komite, di antaranya Letjen TNI Purn.
Ignatius Yogo Triyono, mantan Pangdam Cendrawasih; Komjen Purn. Paulus Waterpauw, mantan Kapolda Papua; dan Letjen Purn. Ali Hamdan Bogra, mantan Pangdam Kasuari
Usai pelantikan, Velix menyampaikam bahwa lembaganya akan mengawal delapan agenda besar dalam kerangka asta cita kontekstual Papua, yang meliputi pembangunan politik, ekonomi, infrastruktur, dan pemerintahan.
Selain itu, Velix menjelaskan lembaga baru yang memiliki anggota dengan latar belakang beragam ini juga akan mengurus terkait dengan beragam aspek sosial budaya mulai dari olahraga, kesetaraan gender, hingga ekonomi kreatif untuk pembangunan papua.
“Negara harus hadir menyentuh saudara-saudara kita di pantai, pegunungan, pedalaman, hingga rawa-rawa agar semua merasakan kehadiran negara,” kata Velix.
Baca Juga: Sejalan dengan Prabowo, TNI Sebut Sudah Terapkan Meritokrasi dalam Promosi Jabatan, Ini Contohnya
Velix mengatakan Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan pembangunan di Papua secara langsung dan terintegrasi.
"Bapak presiden memberi komitmen yang kuat untuk langsung menghandle, mengelola Papua. Mengelola Papua tentu di dalam agenda yang menyeluruh, yang terintegrasi baik agenda Papua dalam konteks global, di dalam konteks nasional, integrasi antara kebijakan lintas kementerian, private sector maupun juga konsolidasi ke tingkat provinsi maupun kabupaten,” ujar Velix.
Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua untuk membantu kerja Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Badan tersebut diketuai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Jadi begini, sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus, itu kan ada yang disebut dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di situ kemudian juga mengamanatkan untuk membantu Badan ini maka dibentuklah yang namanya Komite Eksekutif," kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
"Nah, yang hari ini tadi dilantik oleh bapak presiden adalah ketua dan anggota dari Komite Eksekutif tersebut yang akan membantu kerja dari Badan-badan Pengarah yang diketuai oleh Wakil Presiden," sambungnya.
Berita Terkait
-
Swasembada Pangan! Mentan: InsyaAllah Tak Impor Beras Lagi, Mudah-mudahan Tak Ada Iklim Ekstrem
-
20 Oktober Jadi Ujian Prabowo, Akankah Lepas Bayang Jokowi dan Rombak Kabinet?
-
Relawan GPN 08 Gelar 'Ngaliwet Rakyat' Peringati Setahun Jabatan Presiden
-
Siang Ini, Prabowo Panggil Tiga Menteri dan Satu Wamen Menghadap ke Istana
-
Sejalan dengan Prabowo, TNI Sebut Sudah Terapkan Meritokrasi dalam Promosi Jabatan, Ini Contohnya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng