- Sekolah Garuda adalah SMA unggulan untuk mencetak generasi emas Indonesia yang siap bersaing global.
- Menggunakan kurikulum internasional (IB), dengan beasiswa penuh bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
- Lulusannya akan dibiayai negara untuk kuliah di universitas top dunia dengan syarat ikatan dinas.
Suara.com - Bukan lagi mimpi, Sekolah Garuda digadang-gadang bakal jadi gebrakan baru dunia pendidikan Indonesia.
Pernahkah kamu membayangkan sebuah sekolah di Indonesia yang fasilitasnya sekelas internasional, kurikulum diakui dunia, dan lulusannya dijamin bisa tembus universitas top global?
Program ambisius yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini sontak menjadi buah bibir.
Banyak yang penasaran, apa sebenarnya Sekolah Garuda itu? Apakah gratis? Siapa saja yang bisa masuk? Dan apa bedanya dengan Sekolah Rakyat yang sudah ada?
Dalam artikel ini akan dikupas tuntas semua fakta yang perlu kamu tahu tentang Sekolah Garuda. Yuk, simak sampai habis!
1. Apa Itu Sekolah Garuda?
Sekolah Garuda adalah program pendidikan strategis nasional yang dirancang sebagai Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan berbasis asrama.
Tujuannya bukan main-main: menjaring bibit-bibit terbaik dari seluruh penjuru negeri untuk dicetak menjadi generasi emas yang siap bersaing di panggung global.
Sekolah ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) menuju Indonesia Emas 2045.
"Indonesia tidak akan mampu mewujudkan kemandirian nasional tanpa dukungan sumber daya manusia unggul yang dilatih melalui sistem pendidikan berkelas dunia,” ujar Seskab Teddy Indra Wijaya, mengutip pernyataan Presiden Prabowo.
Intinya, Sekolah Garuda adalah inkubator bagi para pemimpin dan inovator masa depan Indonesia.
Baca Juga: Cetak Generasi Emas Berwawasan Global, Sekolah Garuda Siap Terapkan Kurikulum Internasional
2. Kurikulum Kelas Dunia
Salah satu yang paling membedakan Sekolah Garuda dari SMA biasa adalah kurikulumnya.
Sekolah ini mengintegrasikan kurikulum nasional dengan standar global, khususnya International Baccalaureate (IB). Bagaimana penerapannya?
- Kelas 10: Siswa akan fokus pada pemantapan dengan kurikulum nasional.
- Kelas 11 & 12: Siswa akan beralih ke kurikulum IB yang diakui secara internasional.
Kurikulum IB dipilih bukan tanpa alasan. Riset dari universitas top seperti Harvard dan Chicago University menunjukkan bahwa lulusan IB punya peluang 30% lebih tinggi untuk diterima di universitas terbaik dunia.
Fokusnya pun sangat relevan dengan tantangan zaman, yaitu pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta penguasaan Bahasa Inggris yang mumpuni.
Selain akademik, ada satu pilar penting lainnya yaitu pengabdian kepada masyarakat. Siswa didorong untuk peka terhadap masalah di lingkungan sekitar dan menciptakan solusi kreatif.
3. Dibimbing Guru Khusus
Untuk menjalankan kurikulum berstandar internasional, tentu dibutuhkan guru-guru yang berkualitas.
Berita Terkait
-
Persaingan Beasiswa Meningkat, Ini Strategi Cari Akses Pembiayaan Kuliah ke Luar Negeri
-
Cetak Generasi Emas Berwawasan Global, Sekolah Garuda Siap Terapkan Kurikulum Internasional
-
Sherlynn, Siswi SMA Banua Impikan Sekolah Garuda Jadi Gerbang Berkarir Jadi Peneliti Bioteknologi
-
SMAN Banua Kalsel Resmi Diperkenalkan Jadi Sekolah Garuda Transformasi
-
Profil Sekolah Garuda: dari Mana Gurunya? Ini Kurikulum dan Sistemnya
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan
-
Buntut Sengketa SMAN 1 Bandung, Gugatan PLK di PTUN Dinilai Ancam Kepemilikan Aset Negara
-
Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi
-
Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah