Suara.com - Langkah besar dunia pendidikan Indonesia kembali bergema melalui program Sekolah Garuda Transformasi, salah satu inisiatif unggulan pemerintah dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Salah satu sekolah yang terpilih dalam program ini adalah SMAN Banua Kalimantan Selatan.
Di antara ratusan siswa yang merasakan dampak positif program ini, ada sosok inspiratif bernama Sherlynn Aurelia Setianto, siswi kelas 12 yang penuh semangat dan mimpi besar untuk menjadi peneliti di bidang bioteknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Sherlynn berbagi pandangan dan harapan besarnya terhadap transformasi pendidikan yang sedang dijalankan pemerintah melalui Sekolah Garuda. Ia mengaku sangat bersyukur karena sekolahnya menjadi bagian dari program Sekolah Garuda. Menurutnya, hal ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga kesempatan emas untuk berkembang secara akademik maupun pribadi.
"Menurut saya, ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya dan teman-teman. Dengan adanya Sekolah Garuda, kami mendapat akses dan peluang untuk terus berkarya serta bertransformasi," ujarnya di SMAN Banua Kalsel, Rabu, (8/10/2025).
Lebih lanjut, Sherlynn menjelaskan bahwa melalui program ini, siswa tidak hanya difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di dalam negeri, tetapi juga mendapat akses dan bimbingan untuk menembus universitas ternama di luar negeri. Ia menyebut hal ini sebagai langkah nyata dalam membangun generasi muda yang siap bersaing secara global.
"Kami diberikan kesempatan untuk bisa berkuliah di luar negeri. Itu sangat berarti bagi kami, karena membuka jalan untuk berkontribusi lebih luas dalam membangun Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Bicara soal cita-cita, Sherlynn mengaku memiliki impian yang tinggi dan jelas arah tujuannya. Ia bercita-cita menjadi research scientist, atau peneliti di bidang bioteknologi, bidang yang kini sangat berperan dalam kemajuan kesehatan, pangan, dan lingkungan dunia.
"Saya sendiri bercita-cita untuk menjadi research scientist atau peneliti di bidang bioteknologi," imbuhnya.
Tak hanya itu, ia juga telah memantapkan pilihannya terhadap dua kampus impian: University of Toronto di Kanada dan National University of Singapore (NUS). Menurutnya, kedua kampus tersebut dikenal memiliki reputasi kuat di bidang bioteknologi dan riset ilmiah.
"Tidak ada alasan khusus sebenarnya, hanya saja saya tahu bahwa bidang bioteknologi di universitas tersebut sangat bagus dan terkenal secara global. Saya ingin mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan akademik yang maju," katanya.
Melalui hadirnya program Sekolah Garuda Transformasi, Sherlynn berharap dapat semakin dekat dengan cita-citanya untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dan mengembangkan bidang bioteknologi.
Sementara itu, Inspektur II Kemdiktisaintek, Waluyp menjelaskan, Sekolah Garuda akan menerapkan kurikulum internasional yang mengacu pada standar global. Tujuannya adalah agar siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan wawasan internasional yang kuat.
“Kurikulum kita akan mengajak kurikulum global, terutama kemampuan Bahasa Inggris. Saya meminta kepada para kepala dinas agar para tenaga ajar bisa membimbing sekolah ini untuk go international,” kata Waluyo.
Pemerintah juga menggandeng berbagai universitas untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sekolah Garuda. Melalui kerja sama ini, para guru dan manajemen sekolah akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan intensif.
“Kami sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi di Bali untuk membimbing para guru dan manajemen sekolah agar siap membawa sekolah menuju standar internasional,” tukasnya.
Berita Terkait
-
SMAN Banua Kalsel Resmi Diperkenalkan Jadi Sekolah Garuda Transformasi
-
Profil Sekolah Garuda: dari Mana Gurunya? Ini Kurikulum dan Sistemnya
-
Beroperasi Tahun Depan, Apa Beda Sekolah Garuda dengan Sekolah Biasa?
-
Apakah Sekolah Garuda Gratis? Siap Beroperasi Mulai Tahun Ajaran 2026/2027
-
Semua Kalangan Bisa Akses Sekolah Garuda, Termasuk Masyarakat Miskin
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang
-
Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!