- Seorang driver ojek online berinisial HN (28) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh suami pelanggannya di Koja, Jakarta Utara.
- Insiden ini dipicu oleh salah paham terkait alamat pesanan makanan.
- Polisi telah menangkap enam orang pelaku penganiayaan, termasuk pelaku utama.
Suara.com - Seorang driver ojek online berinisial HN (28) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh suami pelanggannya di Koja, Jakarta Utara, pada Minggu (12/10/2025). Insiden ini dipicu oleh salah paham terkait alamat pesanan makanan. Polisi telah mengamankan enam orang pelaku, termasuk pelaku utama.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat HN mengantarkan pesanan makanan ke alamat yang tertera di aplikasi. Namun, sesampainya di lokasi, pemesan justru marah-marah karena merasa alamatnya salah.
"Tak lama kemudian, muncul seorang pria yang merupakan suami dari pemesan. Tanpa basa-basi, pria tersebut langsung memukul korban hingga tersungkur," kata Onkoseno kepada wartawan, Senin (13/10/2025).
6 Pelaku Ditangkap, Terancam Pasal Pengeroyokan
Tim kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan pelaku utama, RLL (36). Korban HN juga segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum.
Dari pengembangan, polisi turut mengamankan lima orang lainnya yang diduga terlibat.
"Dua di antaranya adalah A (36) dan FPM (23) yang diduga ikut menendang dan memukul HN," jelas Onkoseno.
Para pelaku kini terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan/atau Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.
Onkoseno memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan. Ia juga memberikan peringatan keras terhadap tindakan main hakim sendiri.
Baca Juga: Driver Ojol Ditemukan Tewas di Rumahnya, Warga Cium Bau Tak Sedap dari Dalam Kamar
"Tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius