- Ketua Umum Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, menyerukan boikot nasional terhadap Trans7 karena sebuah tayangan yang dinilai melecehkan ulama sepuh KH. Anwar Manshur dan institusi pesantren
- Panji Bangsa mengajukan tiga tuntutan utama: permintaan maaf terbuka dari Trans7, evaluasi internal proses editorial, dan komitmen untuk tidak mengulangi tayangan serupa yang melecehkan simbol agama
- Gus Rivqy menegaskan bahwa serangan terhadap pesantren sama dengan melecehkan jati diri bangsa, mengingat peran historisnya sebagai benteng moral dan lembaga pendidikan pejuang bangsa
Suara.com - Gelombang protes keras datang dari Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa yang menyerukan aksi boikot massal terhadap stasiun televisi Trans7. Pangkal masalahnya adalah sebuah tayangan yang dinilai telah melecehkan marwah kiai, santri, dan institusi pondok pesantren secara keseluruhan.
Ketua Umum Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, yang juga merupakan Anggota Komisi VI DPR RI, memimpin langsung kecaman ini. Ia menyoroti video yang menampilkan ulama kharismatik KH. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, saat sedang bersalaman dengan para santrinya. Menurut Gus Rivqy, narasi yang menyertai video tersebut sangat tidak pantas dan mendiskreditkan kehormatan para ulama.
"Tindakan Trans7 bukan hanya tidak pantas, tapi juga merupakan bentuk dekonstruksi nilai serta pelecehan terhadap institusi pesantren yang selama ini menjadi benteng moral dan kebudayaan bangsa,” tegas Gus Rivqy dalam keterangan resminya dikutip Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, pesantren memiliki posisi historis dan moral yang krusial dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melecehkannya sama saja dengan menginjak-injak jati diri bangsa.
“Dalam konteks sejarah lahirnya bangsa, pendidikan, dan sosial keagamaan Indonesia, pondok pesantren adalah instrumen perjuangan bangsa sekaligus lembaga pendidikan tertua tempat lahirnya para ulama, pejuang, dan pemimpin bangsa,” ujarnya.
Atas insiden ini, Panji Bangsa tidak tinggal diam. Gus Rivqy melayangkan tiga tuntutan tegas kepada pihak Trans7. Pertama, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh kiai, santri, dan lembaga pesantren di Indonesia.
Kedua, melakukan evaluasi internal menyeluruh terhadap konten dan proses editorial mereka. Ketiga, berkomitmen penuh untuk tidak lagi menayangkan konten yang berpotensi melecehkan simbol-simbol sosial keagamaan.
Seruan boikot pun digelorakan sebagai bentuk tekanan publik hingga seluruh tuntutan tersebut dipenuhi secara nyata oleh pihak stasiun televisi.
“Jangan beri ruang bagi media yang merendahkan pesantren , lembaga yang telah menjaga cahaya ilmu dan akhlak bangsa ini selama berabad-abad,” tandasnya.
Baca Juga: Dituduh Lecehkan Pesantren, KPI Hentikan Paksa Program "Xpose Uncensored" Trans7
Gus Rivqy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu membela kehormatan para guru dan lembaga pendidikan Islam yang telah terbukti kontribusinya bagi negeri.
Ia menekankan bahwa pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan kawah candradimuka pembentukan akhlak, disiplin, kemandirian, dan semangat kebangsaan.
“Melecehkan pesantren berarti melecehkan jati diri bangsa Indonesia. Mari kita jaga marwah pesantren sebagai benteng moral bangsa,” tegas Gus Rivqy.
Berita Terkait
-
Dituduh Lecehkan Pesantren, KPI Hentikan Paksa Program "Xpose Uncensored" Trans7
-
Cak Imin Ikut Geram, Sebut Trans7 Sinis dan Kambinghitamkan Pesantren Lirboyo: Kita Protes!
-
Temui Titik Terang, Bos Trans7 Akui Lalai dan Siap Penuhi Tuntutan Alumni Lirboyo
-
Daftar 5 Tuntutan Alumni Lirboyo ke Trans7 Buntut Tayangan 'Xpose': Minta Maaf Tak Cukup!
-
Viral! Habib Palsu di Bogor Peras Sarung Santri, Endingnya Malah Dibawa Pulang Keluarga
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?