-
Gimmick 'Bapak J' PSI dinilai sebagai tanda kelemahan.
-
Partai dinilai miskin gagasan dan tokoh internal kuat.
-
PSI dianggap hanya andalkan nama besar Jokowi untuk eksis.
Suara.com - Teka-teki sosok 'Bapak J' yang sengaja dirahasiakan oleh Partai Solidarias Indonesia (PSI) dinilai bukan sebagai strategi marketing yang cerdas, melainkan sebagai tanda kelemahan fundamental partai.
Analis politik menyebut gimmick ini merupakan cara PSI menutupi kekosongan internal.
Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengatakan bahwa PSI tidak memiliki tokoh internal yang mumpuni untuk bersaing dengan elite partai lain.
Tak hanya itu, tokoh yang berkecimpung di dalam partai gajah tersebut disebut minim gagasan yang bisa menarik perhatian publik.
"Dengan ketidakmampuan menonjolkan tokoh dan ide politik itulah menjadi sebab PSI memilih jalur gimik, selain untuk meningkatkan popularitas, juga menciptakan sensasi populis," ujar Dedi saat dihubungi Suara.com, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, strategi ini menunjukkan betapa PSI sangat bergantung pada nama besar Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, terutama setelah putranya, Kaesang Pangarep, menjadi ketua umum.
"Di luar itu, PSI tidak memiliki apapun yang bisa ditawarkan ke publik," tegasnya.
Dedi menilai, gimmick politik semacam ini hanyalah cara untuk lari dari pembahasan yang lebih substantif.
Hal ini, katanya, menunjukkan ketidaksiapan PSI dalam berpolitik secara gagasan.
Baca Juga: Bro Ron PSI dan Ahmad Sahroni Bertemu, Sinyal Kejutan 10 November Menguat
"PSI belum siap berpolitik dari sisi gagasan dan tema perjuangan, juga karena PSI tidak memiliki pengaruh apapun dalam barometer politik nasional," kritiknya.
Ia bahkan memprediksi strategi 'jualan sensasi' ini akan terus digunakan oleh PSI hingga Pemilu 2029 mendatang, bukan karena durasi, tetapi karena minimnya ide.
"Bukan soal durasi, tapi lebih pada soal kekurangan gagasan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bebas dari Tahanan dan Divonis Pengawasan, Laras Faizati: Keadilan Belum Sepenuhnya Ditegakkan!
-
Cara Benar Isi Jumlah Tanggungan Orang Tua di Portal SNPMB 2026
-
Ini Bocoran Isi RUU Perampasan Aset yang Dipaparkan Badan Keahlian DPR di Komisi III
-
RUU Perampasan Aset: BK DPR Jelaskan Skema Non-Vonis untuk Pelaku Kabur atau Meninggal
-
4 Alasan Hakim Vonis Laras Faizati 6 Bulan Tapi Langsung Bebas
-
Tok! Laras Faizati Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Penghasutan, Tapi Hakim Perintahkan Langsung Bebas
-
Tok! Laras Faizati Bebas dari Penjara, Hakim Jatuhkan Pidana Pengawasan 1 Tahun
-
Sekolah Rakyat Diklaim Jadi yang Pertama di Dunia Ukur Bakat Siswa Pakai AI
-
7 Fakta Ketua PBNU Diduga Terima Duit Haram Korupsi Kuota Haji
-
Ancaman Mata Kering SePeLe di Balik Layar Laptop Mengintai Pekerja Remote, INSTO Dry Eyes Solusinya