News / Nasional
Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:26 WIB
Rieke Diah Pitaloka keluhakan jalanan di kawasan Sukabumi yang terlihat rusak ke Dedi Mulyadi (Instagram)
Baca 10 detik
  • Rieke Diah Pitaloka memprotes jalan rusak di Sukabumi dengan gaya teatrikal sebagai karakter "Nyi Iroh".

  • Dedi Mulyadi menanggapi dengan tenang dan menjelaskan status jalan serta tanggung jawab pemerintah daerah.

  • Interaksi keduanya viral karena menampilkan kontras antara protes emosional dan respons edukatif yang solutif.

Suara.com - Dunia maya kembali dihebohkan oleh aksi aktris senior sekaligus politisi, Rieke Diah Pitaloka.

Kali ini, ia tidak sedang berakting di layar kaca, melainkan menyuarakan keluhan warga secara langsung dari lokasi jalan rusak parah di Sukabumi, Jawa Barat.

Uniknya, Rieke menyampaikan protesnya dengan gaya teatrikal, memerankan karakter ikoniknya, Nyi Iroh yang lengkap dengan logat Sunda yang kental.

Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, Rieke yang mengenakan kebaya biru bermotif bunga, berjalan di atas jalanan tanah berbatu yang hancur.

Dengan ekspresi memelas dan nada bicara yang dibuat dramatis, ia secara langsung mengadu kepada sosok yang ia panggil Kang Dedi, yang merujuk pada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Assalamualaikum Kang Dedi, saya Nyi Iroh, warga Cikidang di Sukabumi. Tah ieu jalan teh siga kieu, Kang Dedi!” (Ini jalannya seperti ini, Kang Dedi!), seru Rieke sambil menunjuk kondisi jalan yang memprihatinkan.

Ia menyebut lokasi tersebut sebagai Jalan Pasir Langkap dan memohon bantuan dengan sungguh-sungguh.

“Kang Dedi, tolong dibantu Kang Dedi, kasihan warga,” ujarnya sambil menyatukan kedua telapak tangan, bahkan menambahkan efek visual menangis untuk menekankan urgensi keluhannya.

Tak butuh waktu lama, video tersebut sampai ke telinga Dedi Mulyadi. Alih-alih merespons dengan emosional, Dedi justru memberikan jawaban yang tenang, terukur, dan edukatif melalui video balasannya.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Ikut Masuk Akun IG Cabinet Couture Tapi Banyak yang Bela, Kok Bisa?

Ia menyapa Rieke dengan hangat sebagai "Neng Iroh" dan langsung masuk ke akar persoalan.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah yang sering mendapat bantuan dari pemerintah provinsi, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan rumah, hingga penanganan masalah sosial.

Namun, ia menekankan poin terpenting yang sering luput dari perhatian publik status dan wewenang pengelolaan jalan.

“Itu jalan Cikidang itu masuknya jalan apa? Jalan kabupaten apa jalan provinsi?” tanya Dedi secara retoris.

Rieke Diah Pitaloka keluhakan jalanan di kawasan Sukabumi yang terlihat rusak ke Dedi Mulyadi (Instagram)

Menurut analisisnya, jalan tersebut kemungkinan besar berstatus sebagai jalan kabupaten, bukan jalan provinsi yang menjadi tanggung jawabnya secara langsung.

Lebih jauh, ia mengidentifikasi kemungkinan lain yang bisa menjadi kendala.

“Kelihatannya tanahnya tanah Perhutani,” ujarnya, mengisyaratkan bahwa status lahan milik Perhutani seringkali memerlukan prosedur birokrasi yang lebih kompleks untuk pembangunan infrastruktur.

Meski demikian, Dedi Mulyadi tidak lepas tangan. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan Bupati Sukabumi agar perbaikan jalan tersebut dapat menjadi prioritas.

"Ya, nanti kita koordinasi sama Bupatinya itu untuk segera mendapat prioritas, Euceu," tutupnya dengan panggilan akrab dalam bahasa Sunda.

Interaksi antara Rieke dan Dedi ini menjadi sorotan publik, menampilkan adu gaya yang menarik.

Protes emosional berbasis keluhan warga dari Rieke, dibalas dengan respons yang sistematis dan solutif dari Dedi Mulyadi, yang sekaligus memberikan edukasi publik tentang pembagian wewenang pemerintahan.

Load More