- Rieke Diah Pitaloka mendesak Polri untuk membebaskan seluruh tahanan yang terlibat demonstrasi sepanjang Agustus 2025.
- Banyak dari mereka yang ditahan tanpa alasan hukum yang jelas.
- Penahanan tersebut juga berpotensi besar melanggar hak asasi manusia (HAM).
Suara.com - Politisi senior PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera turun tangan dalam kasus penahanan sejumlah aktivis dan mahasiswa.
Penahanan tersebut terjadi usai rentetan aksi demonstrasi besar yang berlangsung sepanjang Agustus 2025 lalu.
Rieke menuntut Presiden agar memerintahkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk membebaskan mereka.
Menurutnya, banyak dari mereka yang ditahan tanpa alasan hukum yang jelas dan tidak melalui prosedur yang semestinya.
"Terkait demonstrasi Agustus, Presiden memerintahkan kepada Kapolri untuk membebaskan warga negara khususnya aktivis dan mahasiswa yang ditahan tanpa alasan yang jelas," ujar Rieke dalam keterangan resminya di Instagram, Jumat, 12 September 2025.
Perempuan 51 tahun ini menilai bahwa penahanan yang serampangan tersebut berpotensi besar melanggar hak asasi manusia (HAM).
Oleh karena itu, intervensi dari kepala negara dianggap perlu untuk memastikan hukum dan HAM ditegakkan.
"Dan melalui prosedur yang benar karena berpotensi melanggar hak asasi manusia," kata Rieke.
Seruan ini merupakan bagian dari "Pernyataan Sikap Gerakan Nurani Bangsa" yang mendapat dukungan dari bintang sinetron Bajaj Bajuri ini.
Baca Juga: Tim Pencari Fakta Dibentuk: LNHAM Siap Bongkar Borok Kekerasan Aparat di Kerusuhan Agustus
Dalam pernyataan yang lebih luas, Rieke Diah Pitaloka juga menuntut penghentian segala bentuk kekerasan dan tindakan represif dalam menghadapi aksi unjuk rasa.
Bagi Rieke, unjuk rasa adalah wujud kebebasan berekspresi yang sah dan harus dihormati oleh negara sebagai pilar demokrasi.
Menurut catatan dari kepolisian, ada 5.000 orang yang ditahan dalam kasus demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia sepanjang Agustus 2025.
Dari jumlah itu, 583 orang kini masih menjalani proses hukum. Polisi beralasan masih mencari dalang kerusuhan tersebut.
Berita Terkait
-
Tim Pencari Fakta Dibentuk: LNHAM Siap Bongkar Borok Kekerasan Aparat di Kerusuhan Agustus
-
Inisiatif Ungkap Fakta Kerusuhan Agustus; 6 Lembaga HAM 'Gerak Duluan', Bentuk Tim Independen
-
DPR 'Angkat Tangan', Sarankan Presiden Prabowo Pimpin Langsung Reformasi Polri
-
Usai Serangan Israel, Prabowo Terbang ke Qatar Jalani Misi Solidaritas
-
Komisi III DPR Dukung Rencana Prabowo Bentuk Tim Reformasi Polri
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu
-
Kembalikan Uang Hanania Travel, Dara Arafah Mengaku Lebih Kasihan dengan Para Korban
-
Dukung Portugal demi Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026
-
Tepis Isu Bermusuhan, Anisa Rahma Ungkap Isi Chat Pribadinya dengan Sarwendah di Tengah Masalah
-
Sempat Dirahasiakan, Raffi Ahmad Akhirnya Ungkap Penyakit yang Membuatnya Harus Dioperasi
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan