- Anggota Komisi VIII DPR RI, Afrozi Alam, berharap biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2026 bisa kembali diturunkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi jemaah.
- Pembahasan BPIH bersama Kementerian Agama dimulai hari ini dan ditargetkan rampung November agar pelunasan dapat dilakukan pada Desember.
- Afrozi juga menaruh harapan besar pada Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk untuk memperbaiki penyelenggaraan haji tahun depan.
Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Afrozi Alam, mengungkapkan harapan besar agar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dapat kembali diturunkan pada tahun 2026, tanpa mengorbankan kualitas layanan bagi jemaah.
Pernyataan ini disampaikan menjelang pembahasan BPIH antara Komisi VIII dengan Kementerian Agama yang dijadwalkan akan dimulai hari ini Senin (27/10/2025) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Afrozi Alam menjelaskan bahwa pembahasan BPIH merupakan agenda krusial mengingat waktu penyelenggaraan haji yang semakin dekat.
"Hari ini pembahasannya tentang BPIH, besar biaya daripada penyelenggaraan," ujar Afrozi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Ia mengingatkan kembali bahwa pada tahun sebelumnya, dari total biaya Rp96 juta, jemaah hanya perlu membayar sekitar Rp 54 juta setelah dipotong subsidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dengan penurunan sekitar Rp4,5 juta per jemaah.
"Kita berharap bahwasannya, kan kemarin kita sudah menurunkan harga Rp4,5 juta, harapan kita bisa turun lagi, cuma tidak mengurangi kualitas," tegasnya.
Ia menargetkan pembahasan BPIH ini dapat rampung pada bulan November, sehingga jemaah bisa mulai melakukan pelunasan biaya haji pada bulan Desember.
Sorotan utama Komisi VIII dalam pembahasan kali ini adalah perbaikan menyeluruh dalam penyelenggaraan haji. Afrozi mengakui adanya berbagai masalah yang terjadi pada penyelenggaraan haji tahun 2025 lalu. Oleh karena itu, kehadiran kementerian baru, yaitu Kementerian Haji dan Umrah diharapkan dapat menjadi solusi.
"Dengan adanya kementerian baru, kementerian haji dan umrah, harapan kita ini lebih maksimal, tidak lagi seperti kekacauan-kekacauan tahun-tahun yang lalu," katanya.
Baca Juga: Berapa Biaya Haji 2026? Ini Penjelasan BPH
Ia meyakini bahwa dengan fokus tunggal pada urusan haji dan umrah, kementerian ini tidak akan memiliki "cabang-cabang lain" yang dapat mengganggu konsentrasi.
Afrozi juga menaruh kepercayaan pada perpaduan sumber daya manusia di kementerian baru ini.
"Saya yakin dan percaya dengan sumber daya manusia yang perpaduan antara penyelenggara yang lama diambil dari Ditjen Haji dan ditambah dengan sumber daya manusia yang baru, tentu akan menghasilkan kualitas yang lebih baik lagi penyelenggaraan haji di Arab Saudi pada tahun 2026," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123