-
Dua daerah, Papua Tengah dan NTB, catat pertumbuhan ekonomi negatif.
-
Aktivitas tambang Freeport dan smelter Amman yang mandek menjadi pemicu utama.
-
Mendagri usulkan relaksasi ekspor mineral sementara untuk dongkrak ekonomi daerah.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap penyebab dua daerah mengalami pertumbuhan ekonomi negatif.
Keduanya adalah Papua Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disebut terdampak langsung oleh mandeknya aktivitas industri tambang dan pembangunan smelter.
Tito menyebut Papua Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi minus 0,9 persen. Menurutnya, kondisi itu tak lepas dari terhentinya ekspor mineral akibat insiden di kawasan tambang Freeport.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Dirangkaikan dengan Program Koperasi Desa Merah Putih dan Program Tiga Juta Rumah bersama Sekretaris Daerah (Sekda) se-Indonesia di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (27/10/2025).
“Yang terendah itulah Papua Tengah minus pertumbuhan ekonominya, minus 0,9 persen. Dan itu problemnya pasti urusan Freeport, kan? Iya. Karena Freeport, ekspor apa koper, tembaga, silver, dan gold, semua terhenti karena ada smelter yang terbakar. Dan kemarin ada longsor di underground Freeport di Grasberg. Sehingga akibatnya ekspornya berkurang,” kata Tito.
Selain Papua Tengah, NTB juga mengalami penurunan dengan angka minus 0,82 persen.
Tito menegaskan kondisi itu bukan kesalahan pemerintah daerah, melainkan akibat belum rampungnya pembangunan fasilitas pengolahan hasil tambang.
“NTB minus 0,82 persen. Ada NTB? Ada Sekdanya? Hadir, jangan malu-malu berdiri, Pak. Bapak nggak diganti karena urusan ini. Karena masalahnya udah tahu,” ujar Tito.
Ia menjelaskan, permasalahan utama di NTB adalah proyek smelter milik PT Amman yang belum selesai dibangun. Akibatnya, ekspor mineral logam belum bisa dilakukan.
Baca Juga: Teka-Teki Penundaan Rakor Sekda Terungkap! Tito Karnavian Beberkan 2 Alasan Utama
“Masalahnya PT Amman itu harus membangun smelter, kan? Membangun smelter untuk emas, tembaga, tapi kemudian smelternya belum selesai dibangun, produksinya berjalan, di-stop untuk di-export,” jelas Tito.
Tito mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri ESDM dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk mempertimbangkan relaksasi ekspor sementara.
Langkah ini diharapkan bisa menjaga pergerakan ekonomi daerah agar tidak terus merosot.
“Itu yang saya sampaikan kepada Menteri ESDM Pak Bahlil apa mungkin dilakukan relaksasi dulu? Supaya smelternya sebelum jalan boleh di-export dulu. Sehingga ada pemasukan negara pertumbuhan ekonominya jangan sampai minus,” katanya.
Selain Papua Tengah dan NTB, Tito juga menyoroti Papua Barat yang mencatat minus 0,23 persen akibat gangguan di sektor gas.
Ia menyebut kondisi tersebut terjadi karena aktivitas di Teluk Bintuni menurun.
“Papua Barat minus 0,23 persen. Ada Papua Barat? Pak Ali, Bapak Mantan Pj gubernur. Ini problemnya ini, ya Teluk Bintuni kan? Oke, ini masalah gas,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global
-
Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
-
Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya
-
504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?
-
Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo