- Mahfud MD menerima kunjungan 11 jenderal purnawirawan Polri, termasuk eks Kabareskrim dan eks Ketua KPK, untuk membahas kondisi internal kepolisian
- Para purnawirawan menyuarakan keprihatinan atas citra Polri yang menjadi sorotan publik dan menginginkan institusi kembali menjadi "polisi masyarakat"
- Dalam pertemuan tersebut, para jenderal memberikan masukan dan gagasan konkret terkait konsep reformasi Polri yang diterima oleh Mahfud MD untuk dipertimbangkan
Suara.com - Suasana di kantor mantan Menko Polhukam Mahfud MD mendadak menjadi sorotan setelah didatangi oleh 11 Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) Polri pada Selasa (28/10). Pertemuan ini menguatkan sinyal adanya keresahan di kalangan senior Bhayangkara terkait kondisi institusi kepolisian saat ini.
Melalui akun Instagram resminya, Mahfud MD mengonfirmasi pertemuan tersebut. Rombongan para jenderal pensiun ini dipimpin oleh dua nama besar, yakni mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi dan mantan Ketua KPK Komjen (Purn) Taufiqurrahman Ruki.
"Keduanya tadi pagi ditemani 8 jenderal purnawirawan Polri yang telah mencatatkan profesionalitasnya selama berdinas di Polri, bersilaturrahim ke kantor saya di Jakarta Pusat," ujar Mahfud dalam kutipan yang diunggah pada Rabu (29/10/2025).
Menurut Mahfud, diskusi yang berlangsung tidak hanya sekadar nostalgia, tetapi mengupas secara mendalam masa lalu dan masa depan Polri di tengah sorotan tajam dari masyarakat.
Para purnawirawan tersebut, kata Mahfud, menyadari betul bahwa citra institusi tempat mereka mengabdi sedang tidak baik-baik saja.
Ada satu keinginan besar yang menyatukan para jenderal ini, yakni mengembalikan Polri ke khittahnya.
"Semua ingin agar Polri kembali ke jati dirinya sebagai polisi masyarakat," ujar Mahfud, menyuarakan aspirasi para seniornya.
Lebih dari sekadar keluh kesah, pertemuan ini juga menjadi ajang untuk menyodorkan gagasan konkret. Mahfud mengaku menerima banyak masukan penting terkait konsep reformasi Polri yang belakangan kembali mengemuka.
Ia menegaskan bahwa semua ide dan aspirasi tersebut akan ditampung untuk dipertimbangkan secara serius.
Baca Juga: Geger Utang Whoosh, Mahfud MD: 1000 Persen Setuju Jokowi, Tapi Usut Tuntas Dugaan Mark Up
"Kami berdiskusi tentang makna hakiki dan operasional dari konsep reformasi Polri. Semua ide-ide tentang reformasi harus ditampung secara adil dan seimbang," jelasnya.
Mahfud menambahkan, semua masukan ini akan diolah dengan niat tulus untuk kebaikan institusi.
"Untuk kemudian kita olah dengan niat tulus untuk memposisikan Polri sebagai aset penjaga dan pemaju NKRI," pungkasnya.
Berikut adalah daftar 11 purnawirawan Pati Polri yang menemui Mahfud MD:
- Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi
- Komjen Pol (Purn) Taufiqurrahman Ruki
- Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar
- Irjen Pol (Purn) Winarto
- Irjen Pol (Purn) Ariyanto Sutadi
- Irjen Pol (Purn) Subekto
- Irjen Pol (Purn) Syafrizal
- Irjen Pol (Purn) Ricky HP Sitohang
- Irjen Pol (Purn) Ronie Sompie
- Irjen Pol (Purn) Andrie Hidayat
- Irjen Pol (Purn) Akhmad Hidayat
Berita Terkait
-
Sinergi Polri dan Akademi Kader Bangsa: Bangun Sekolah Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
-
Kasus Fitnah Azizah Salsha Naik Penyidikan, YouTuber ResbobbBigmo Terancam Jadi Tersangka?
-
Said Didu ke Prabowo: Ciut Bentuk Komite Reformasi Polri Usai Ketemu Jokowi?
-
Mahfud Ragu Luhut Terlibat Dugaan Korupsi Whoosh: Dia Masuk Saat Barang Sudah Busuk
-
Geger Utang Whoosh, Mahfud MD: 1000 Persen Setuju Jokowi, Tapi Usut Tuntas Dugaan Mark Up
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan