- Tampak Titiek yang menatap ke arah Prabowo saat memberikan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto kepada pihak keluarga.
- Terlihat wajah Titiek yang tersenyum.
- Hadir mewakili keluarga, yakni Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto dan Bambang Trihatmodjo.
Suara.com - Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto turut hadir di Istana Negara, Jakarta, saat Presiden Prabowo Subianto menggelar acara anugerah gelar pahlawan nasional untu 10 tokoh. Salah satunya, ayah Titiek, Presiden ke-2 RI Soeharto.
Titiek yang mengenakan busana hitam dengan selendang merah muda berdiri di samping putranya, Regowo Hadi Prasetyo atau Didit Prabowo.
Tampak Titiek yang menatap ke arah Prabowo saat memberikan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto kepada pihak keluarga.
Hadir mewakili keluarga, yakni Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto dan Bambang Trihatmodjo.
Usai pemberian gelar, Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta menteri dan pimpinan lembaga memberikan selamat kepada keluarga.
Ikut dalam barisan untuk memberikan selamat, Titiek dan Didit.
Terlihat saat memberikan selamat kepada Tutut dan Bambang atas anugerah gelar pahlawan nasional untuk Soeharto, Didit mencium tangan paman dan bibinya itu.
Sedangkan, Titiek tampak memberikan pelukan hangat, baik kepada kedua kakaknya, Bambang dan Tutut. Sembari memeluk Bambang, terlihat wajah Titiek yang tersenyum.
Keluarga Tak Dendam
Baca Juga: Soeharto Resmi Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Aktivis Sejarah: Ini Mengkhianati Reformasi
Sementara itu Tutut Soeharto memandang wajar gelombang kritik serta penolakan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto. Ia menegaskan tidak dendam atau kecewa.
Ia memandang pro dan kontra merupakan hal yang biasa terjadi di masyarakat.
"Ya, pro kontra kan masyarakat Indonesia tuh kan macem-macem ya. Ada yang pro dan ada yang kontra, itu wajar-wajar saja," kata Tutut usai menerima gelar pahlawan nasional untuk ayahnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Tutut mengingatkan tentang perjuangan yang telah dilakukan selama ini. Mulai sejak Soeharto muda hingga kepemimpinan Soeharto di Indonesia.
"Yang penting kan kita melihat apa yang telah dilakukan oleh bapak saya dari sejak muda sampai beliau mangkat, itu semua perjuangannya untuk kepentingan negara dan masyarakat Indonesia," kata Tutut.
"Jadi, boleh-boleh saja kontra tapi juga jangan ekstrim gitu. Yang penting kita jaga persatuan dan kesatuan," sambung Tutut.
Berita Terkait
-
Akhirnya Pahlawan! Ini Sederet Fakta di Balik Gelar Nasional Soeharto
-
Dunia Sorot Soeharto Jadi Pahlawan: 'Diktator' Disematkan Gelar Kehormatan oleh Menantunya
-
Jangan Ekstrem! Pesan Tutut Soeharto untuk Pengkritik Gelar Pahlawan Sang Ayah
-
Gelar Pahlawan Tak Hapus Dosa Orde Baru? Respons Putri Soeharto Soal Tuduhan HAM dan Korupsi Ayahnya
-
Soeharto Resmi Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Aktivis Sejarah: Ini Mengkhianati Reformasi
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Kalender Akademik 2026 dan Jadwal Libur Lengkap Januari - Juni
-
Donald Trump Bisa 'Dimakzulkan' Gegara Jeffrey Epstein?
-
Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif
-
Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan
-
BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas