- Reynhard Sinaga secara sistematis memburu korban pria di Manchester.
- Kejahatan berantai ini baru terbongkar setelah salah satu korban sadar saat diserang.
- Reynhard divonis penjara seumur hidup di Inggris atas 159 kasus pemerkosaan.
Suara.com - Sebelumnya, nama Reynhard Sinaga kembali menjadi perbincangan setelah film dokumenter BBC 'Catching a Predator' dirilis, mengingatkan publik pada salah satu kasus kekerasan seksual paling mengerikan dalam sejarah hukum Inggris.
Warga Negara Indonesia (WNI) ini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Januari 2020, setelah terbukti bersalah melakukan 159 pelanggaran seksual, termasuk pemerkosaan, terhadap 48 korban pria.
Kejahatan yang dilakukannya antara Januari 2015 hingga Juni 2017 di Manchester, Inggris, mengguncang dunia internasional.
Hakim bahkan menjulukinya sebagai "predator seksual setan" yang tindakannya nyaris tak terbayangkan.
Reynhard, seorang mahasiswa S3 abadi yang dikenal ramah, menggunakan apartemennya di pusat kota Manchester sebagai perangkap mematikan.
Modus operandinya selalu sama. Ia berburu korban di sekitar kelab malam atau bar pada dini hari, mengincar pria muda yang terpisah dari teman-temannya atau dalam kondisi rentan.
Dengan dalih menawarkan bantuan, tempat menginap, atau sekadar mengisi daya ponsel, ia menggiring mereka ke apartemennya.
Di sanalah mimpi buruk dimulai. Korban akan diberi minuman yang telah dicampur obat bius, kemungkinan besar GHB, hingga tak sadarkan diri.
Saat korban tak berdaya, Reynhard melancarkan aksi bejatnya dan merekam setiap detailnya menggunakan ponsel.
Baca Juga: Pemerintah Mau 'Bebaskan' Reynhard Sinaga, Predator Seksual Terkejam di Sejarah Inggris
Polisi menemukan ratusan jam rekaman video yang menjadi bukti tak terbantahkan atas kejahatannya.
Para korbannya adalah pria heteroseksual, dengan rentang usia antara 17 hingga 36 tahun, yang bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban kekerasan seksual hingga dihubungi oleh pihak kepolisian.
Satu Korban Melawan, Ratusan Kejahatan Terbongkar
Kerajaan kejahatan Reynhard Sinaga runtuh pada 2 Juni 2017. Malam itu, seorang korban yang berhasil ia bawa ke apartemennya tiba-tiba sadar di tengah serangan.
Korban, seorang atlet, berhasil melawan dan menghajar Reynhard hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit. Saat itulah korban mengambil ponsel Reynhard dan menelepon polisi.
"Kasus Reynhard terungkap pada Juni 2017 ketika salah satu korbannya tersadar saat tengah diserang dan berhasil melawan Reynhard," demikian kronologi yang diungkap pihak berwenang di Inggris kala itu.
Berita Terkait
-
Pemerintah Mau 'Bebaskan' Reynhard Sinaga, Predator Seksual Terkejam di Sejarah Inggris
-
Surat Orang Tua Reynhard Sinaga ke Prabowo: Asa Pulangkan 'Predator Setan' dari Penjara Inggris
-
Yusril: Pemulangan Terpidana Reynhard Sinaga Bukan Prioritas, Kasus Serupa di Saudi-Malaysia Lebih Prioritas
-
Reynhard Sinaga Bakal Ditempatkan di Lapas Nusa Kambangan Jika Berhasil Dipulangkan ke Indonesia
-
Kronologi Lengkap Kasus Reynhard Sinaga: Predator Seks yang Menggegerkan Inggris
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku
-
15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak
-
Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos
-
Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Optimalkan Ketahanan Pangan dan Transisi Energi
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Pantau Intervensi Imunisasi Zero Dose di Lampung
-
Kejagung Tak Terima 8 Bankir Sritex Divonis Bebas, Pastikan Tidak Paksakan Perkara!
-
10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat
-
Wamendagri Wiyagus: Hadapi Tantangan Global, Pemda Harus Kolaborasi
-
Cak Imin: Penerima Bansos yang Main Judi Online Langsung Dicoret
-
Kejagung Klaim Sudah Lacak Keberadaan Jurist Tan Buron Kasus Chromebook