- Orang tua Reynhard Sinaga mengirim surat ke Presiden Prabowo Subianto.
- Mereka minta agar anaknya dipulangkan dari Inggris untuk menjalani hukuman di Indonesia.
- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menunjukkan sikap skeptis.
Suara.com - Babak baru dalam kisah Reynhard Sinaga, predator seksual asal Indonesia yang mengguncang Inggris, dimulai dari sebuah surat.
Keluarga terpidana seumur hidup itu secara resmi telah mengirimkan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto, memohon agar Reynhard dapat dipulangkan untuk menjalani sisa hukumannya di Tanah Air.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Menurutnya, surat dari orang tua Reynhard sudah diterima, namun pemerintah belum mengambil langkah konkret untuk membahas permintaan tersebut.
"Iya orang tuanya kirim surat tapi kita belum bahas sama sekali," kata Yusril di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/11/2025).
Meski pintu harapan dibuka oleh keluarga, jalan untuk memulangkan Reynhard tampak masih sangat terjal dan panjang.
Yusril menegaskan bahwa surat tersebut ditujukan langsung kepada Presiden, sehingga setiap keputusan akan memerlukan telaah dan pertimbangan mendalam dari kementeriannya sebelum disampaikan sebagai rekomendasi kepada kepala negara.
"Ya nanti tentu kita akan bahas karena suratnya kan ditujukan ke Presiden. Tapi kami tentu akan berikan telaah dan pertimbangan-pertimbangan yang nanti disampaikan ke Pak Presiden," tegas Yusril.
Untuk saat ini, pemerintah menegaskan belum ada rencana apapun untuk memulangkan WNI yang divonis atas ratusan kejahatan seksual terhadap 48 korban pria di Manchester itu.
Reynhard, yang dijuluki sebagai predator setan oleh media Inggris, harus menjalani minimal 30 tahun masa hukuman sebelum diizinkan mengajukan pengampunan.
Permohonan dari keluarga ini muncul di tengah kabar bahwa keselamatan Reynhard di dalam penjara Inggris terancam.
Baru-baru ini, ia dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh narapidana lain, sebuah insiden yang disebut mengancam nyawanya dan mendorong keluarga untuk bertindak.
Sikap pemerintah sendiri masih terbelah. Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memberikan sinyalemen keras.
Ia menilai, akan jauh lebih bermanfaat bagi negara jika memulangkan WNI narapidana di luar negeri yang memiliki catatan baik, bukan yang tersangkut kasus kejahatan luar biasa.
“Saya rasa, lebih bermanfaat kita pulangkan yang baik saja, ya,” kata Agus saat ditanya mengenai wacana pemulangan Reynhard Sinaga.
Agus juga menambahkan bahwa Kementerian Imipas belum dilibatkan secara signifikan dalam pembahasan mengenai kemungkinan pemulangan Reynhard.
Ia menyoroti prinsip resiprokal atau timbal balik dalam perjanjian pemulangan narapidana dengan negara lain, seperti yang sudah berjalan dengan Australia dan Prancis.
"Kemarin sudah ada kesepakatan bahwa harus resiprokal, apa yang mereka terima, ya, kita juga akan minta supaya mereka memperlakukan yang sama (terhadap) warga kita yang menjalani hukuman di sana,” jelas Agus.
Hingga kini, nasib Reynhard Sinaga masih menjadi misteri. Surat permohonan keluarganya telah membuka kembali diskursus publik, namun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto setelah menerima kajian lengkap dari para pembantunya di kabinet.
Berita Terkait
-
Yusril: Pemulangan Terpidana Reynhard Sinaga Bukan Prioritas, Kasus Serupa di Saudi-Malaysia Lebih Prioritas
-
Reynhard Sinaga Bakal Ditempatkan di Lapas Nusa Kambangan Jika Berhasil Dipulangkan ke Indonesia
-
Kronologi Lengkap Kasus Reynhard Sinaga: Predator Seks yang Menggegerkan Inggris
-
Kilas Balik Kasus Reynhard Sinaga, Kapan dan Bagaimana Pertama Kali Aksinya Terungkap?
-
Apa Alasan Pemerintah RI Upayakan Pemulangan Reynhard Sinaga?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik