- Reynhard Sinaga secara sistematis memburu korban pria di Manchester.
- Kejahatan berantai ini baru terbongkar setelah salah satu korban sadar saat diserang.
- Reynhard divonis penjara seumur hidup di Inggris atas 159 kasus pemerkosaan.
Penemuan ini menjadi titik awal pengungkapan skala kejahatan yang sebenarnya. Ketika polisi berhasil mengakses ponsel Reynhard, mereka menemukan bukti video yang mengerikan.
Dari situlah, satu per satu korban diidentifikasi dan dihubungi, membuka kotak pandora trauma, kemarahan, dan kebingungan yang mendalam.
Proses persidangan Reynhard Sinaga berlangsung dalam empat tahap terpisah untuk melindungi identitas para korban. Dalam persidangan, terungkap bahwa Reynhard tidak pernah menunjukkan penyesalan.
Ia berdalih bahwa semua hubungan seksual yang terjadi adalah konsensual, sebuah klaim yang dimentahkan oleh bukti-bukti video yang ia rekam sendiri.
Reynhard Sinaga, lulusan arsitektur dari Universitas Indonesia yang melanjutkan studi S2 di Universitas Manchester, kini menjalani hukumannya di HMP Wakefield, Yorkshire, sebuah penjara dengan tingkat keamanan maksimum.
Kasusnya menjadi pengingat kelam tentang predator yang bersembunyi di balik topeng keramahan dan kecerdasan, meninggalkan luka seumur hidup bagi puluhan korbannya.
Orang Tua Surati Presiden Prabowo
Kekinian, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa orang tua Reynhard Sinaga telah mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta pemulangan anaknya ke Indonesia.
Namun, Yusril menjelaskan bahwa meskipun surat tersebut sudah dikirim, belum ada pembahasan untuk menindaklanjuti permintaan tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Mau 'Bebaskan' Reynhard Sinaga, Predator Seksual Terkejam di Sejarah Inggris
"Iya orang tuanya kirim surat tapi kita belum bahas sama sekali," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagaimana diwartakan Antara, Senin (11/11/2025).
Meski demikian, Yusril mengatakan pihaknya akan memberikan pertimbangan kepada Presiden Prabowo terkait permintaan dari keluarga Reynhard tersebut.
Namun untuk saat ini, dia menegaskan belum ada rencana dari pemerintah untuk memulangkan terpidana seumur hidup kasus penyerangan seksual itu dari Inggris.
"Ya nanti tentu kita akan bahas karena suratnya kan ditujukan ke Presiden. Tapi kami tentu akan berikan telaah dan pertimbangan-pertimbangan yang nanti disampaikan ke Pak Presiden," kata Yusril.
Baru-baru ini, Reynhard diserang oleh narapidana lain di penjara Inggris, yang mengancam hidupnya. Adapun narapidana yang menyerang Reynhard itu kini sedang diadili oleh Pengadilan Manchester.
Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menilai lebih bermanfaat jika pemerintah memulangkan narapidana warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang memiliki catatan baik.
“Saya rasa, lebih bermanfaat kita pulangkan yang baik saja, ya,” kata Agus di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta, Selasa (25/2), saat ditanya mengenai pemulangan terpidana kasus kekerasan seksual di Inggris, Reynhard Sinaga.
Menurut Agus, pemulangan WNI yang bermasalah hukum di luar negeri menjadi perhatian pemerintah.
Terlebih, Indonesia sudah memiliki kesepakatan dengan beberapa negara setelah memulangkan narapidana asing ke negara asalnya, seperti Australia, Prancis, dan Filipina.
"Kemarin sudah ada kesepakatan bahwa harus resiprokal, apa yang mereka terima, ya, kita juga akan minta supaya mereka memperlakukan yang sama (terhadap) warga kita yang menjalani hukuman di sana,” kata Agus.
Di samping itu, Agus mengatakan bahwa belum ada perkembangan signifikan mengenai wacana pemulangan Reynhard Sinaga dari Inggris.
Menurut dia, Kementerian Imipas belum dilibatkan dalam pembahasan mengenai hal itu.
Berita Terkait
-
Pemerintah Mau 'Bebaskan' Reynhard Sinaga, Predator Seksual Terkejam di Sejarah Inggris
-
Surat Orang Tua Reynhard Sinaga ke Prabowo: Asa Pulangkan 'Predator Setan' dari Penjara Inggris
-
Yusril: Pemulangan Terpidana Reynhard Sinaga Bukan Prioritas, Kasus Serupa di Saudi-Malaysia Lebih Prioritas
-
Reynhard Sinaga Bakal Ditempatkan di Lapas Nusa Kambangan Jika Berhasil Dipulangkan ke Indonesia
-
Kronologi Lengkap Kasus Reynhard Sinaga: Predator Seks yang Menggegerkan Inggris
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk