- Presiden Prabowo pertanyakan dana Pemda Rp203 triliun yang mengendap di bank.
- Mendagri sebut dana untuk bayar kontrak akhir tahun dan gaji bulan Januari.
- Realisasi belanja daerah baru 68 persen, pemerintah dorong percepatan penyerapan anggaran.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan alasan mengapa dana pemerintah daerah senilai total Rp203 triliun masih mengendap di perbankan dan belum dibelanjakan. Pertanyaan ini disampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sebuah rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11/2025).
"Beliau tanya, kenapa masih ada daerah-daerah yang simpan dana di bank? Totalnya lebih kurang Rp203 triliun dari seluruh gabungan provinsi, kabupaten, dan kota," kata Tito usai rapat.
Menjawab pertanyaan tersebut, Tito menjelaskan beberapa penyebab utama. Pertama, banyak kepala daerah baru dilantik pada Februari 2025, sehingga terjadi perlambatan penyerapan anggaran saat mereka menyusun jajaran pejabatnya.
"Mereka lagi menyusun, dalam tanda petik, kabinetnya, itu membuat perlambatan," jelas Tito.
Kedua, dana tersebut juga disiapkan untuk membayar kontrak-kontrak pekerjaan yang akan selesai di akhir tahun. Terakhir, Pemda harus menyiapkan anggaran untuk membayar gaji dan biaya operasional pada Januari, sebagai antisipasi jika dana transfer dari pusat terlambat.
"Kalau daerah, dia akan membayar sendiri. Kalau dana transfer pusat terlambat, dia bisa menalangi, karena gaji tidak boleh ditunda," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tito juga melaporkan kepada Presiden mengenai realisasi anggaran daerah per 23 November 2025. Rata-rata pendapatan daerah telah mencapai 82-83 persen, sementara realisasi belanja baru berada di angka 68 persen.
"Kita mendorong tentunya belanjanya di atas 75 persen, 80 persen, supaya uang beredar di masyarakat," pungkas Tito.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Audit Kematian Ibu Hamil di Papua, Aktivis Sebut Kasus Femisida
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
6 Fakta Heboh Semburan Minyak di Bangkalan: Ketinggian 5 Meter hingga Sifatnya yang Mudah Terbakar
-
Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat
-
Kemenag Kembali Tersandung Korupsi, Lemahnya Tata Kelola Jadi Sorotan
-
Bejat! Modus Pedagang Takoyaki Ajak Anak 11 Tahun Naik Sepeda, Berakhir Dicabuli di Kalideres
-
PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik
-
Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta
-
Pasal Penggelapan KUHP Baru Digugat, Nurut Perintah Atasan Bisa Dipenjara 5 Tahun?
-
Kekuasaan Amnesti Presiden Digugat, Apa Beda Amnesti dan Abolisi yang Kini Diuji di MK?
-
KPK Buka Kartu, Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Haji Sejak 8 Januari
-
Semeru Muntahkan Awan Panas 4 KM, Kolom Abu Kelabu Membumbung Tinggi, Status Siaga