- Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Dasco Ahmad mengadakan tiga pertemuan intensif pada 17, 20, dan 22 November 2025.
- Pembahasan mencakup target ekonomi 8 persen, hilirisasi, kesejahteraan ojol, hingga aspirasi kepala desa.
- Pertemuan puncak di Hambalang melibatkan penyerahan laporan lapangan dan diskusi isu hukum kepada Presiden.
Suara.com - Sinyal kuat tentang percepatan dan sinkronisasi agenda pemerintahan, terpancar jelas dari Istana Kepresidenan dan kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang.
Dalam sepekan terakhir, Presiden dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, tercatat menggelar tiga pertemuan intensif.
Rangkaian pertemuan yang berlangsung pada 17, 20, dan 22 November 2025 ini menjadi sorotan utama, menunjukkan soliditas dan komunikasi yang cair antara pimpinan eksekutif dan legislatif.
Setiap pertemuan memiliki fokus pembahasan yang spesifik, mulai dari visi ekonomi makro hingga aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, melalui serangkaian unggahan resmi.
Pertemuan pertama di Istana Merdeka pada Senin (17/11/2025) langsung digelar usai Presiden Prabowo meresmikan sebuah program pendidikan di Bekasi.
"Seusai menghadiri peluncuran program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Prof. Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan di Istana Merdeka,” tulis Seskab Teddy Indra Wijaya.
Dalam pertemuan pembuka itu, agenda yang dibahas langsung menyentuh program-program ambisius pemerintah.
Presiden Prabowo menegaskan target pertumbuhan ekonomi minimal 8 persen dan percepatan hilirisasi.
Baca Juga: Tak Tunggu Hari Kerja, Dasco Temui Presiden Prabowo Bawa Aspirasi dari Daerah
Pada sektor lain, keduanya membahas "Rencana pembangunan kompleks fasilitas latihan pusat atlet yang komprehensif, serta pengiriman cabang olahraga unggulan Indonesia untuk pelatihan intensif di luar negeri," ungkap Teddy.
Akhir sesi, pesan Presiden jelas: eksekusi cepat.
“Presiden Prabowo menegaskan agar seluruh program strategis tersebut segera direalisasikan agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat luas serta menumbuhkan optimisme dan rasa aman,” kata Teddy.
Hanya berselang tiga hari, pertemuan kedua kembali digelar di Istana Merdeka, Kamis (20/11/2025).
Kali ini, fokus bergeser pada isu-isu kesejahteraan rakyat yang lebih spesifik.
“Dalam pertemuan dibahas berbagai hal, mulai dari upaya peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online, reforma agraria dan redistribusi lahan yang berpihak kepada masyarakat, hingga penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun 2026,” tulis Teddy.
Pada kesempatan ini, Dasco bertindak sebagai jembatan aspirasi. Ia menyampaikan masukan dari para kepala desa.
“Selain itu, Wakil Ketua DPR RI juga menyampaikan aspirasi dari para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), agar program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat desa,” ungkap Teddy.
Puncak dari rangkaian pertemuan ini terjadi di Hambalang pada Sabtu (22/11/2025).
Berlangsung di kediaman pribadi Presiden, suasana pertemuan digambarkan lebih mendalam.
Dasco datang tidak dengan tangan kosong.
“Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan sejumlah surat serta laporan tertulis dari berbagai daerah,” kata Teddy.
Laporan ini kemudian ditelaah langsung oleh Presiden, yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai persoalan hukum yang tengah menjadi perhatian publik.
Makna di baliknya
Intensitas pertemuan ini mendapat apresiasi dari kelompok masyarakat sipil. Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menilai pertemuan ini bukan sekadar komunikasi politik biasa.
“Pertemuan Presiden Prabowo dan Dasco menunjukkan pemerintahan hari ini tak hanya berjalan secara administratif, tapi juga berupaya membaca denyut kebutuhan rakyat secara langsung,” kata Anto.
Menurutnya, Dasco membawa suara dan data konkret dari lapangan, termasuk isu-isu sensitif yang membutuhkan perhatian khusus dari kepala negara.
“Dasco membawa laporan yang dibutuhkan rakyat, termasuk soal permasalahan hukum yang membutuhkan perhatian khusus Presiden. Jadi, pertemuan di Hambalang bisa dikatakan sebagai ruang produktif sinkronisasi langkah strategis pemerintah serta parlemen."
Anto juga menyoroti makna simbolis dari pertemuan di Hambalang, yang selama ini dikenal sebagai pusat perumusan strategi dan konsolidasi kebangsaan Prabowo.
Menurutnya, hal ini mengirim pesan bahwa setiap kebijakan pemerintah dirumuskan dengan basis pemikiran yang matang.
“Dialog di Hambalang itu bukan sekadar pertemuan politik, tetapi ruang strategis yang sejak lama digunakan Prabowo untuk membangun perspektif geopolitik, pertahanan, dan kebangsaan,” katanya.
Berita Terkait
-
Tak Tunggu Hari Kerja, Dasco Temui Presiden Prabowo Bawa Aspirasi dari Daerah
-
KUHAP Baru Disahkan, Ahli Peringatkan 'Kekacauan Hukum' Januari 2026: 25 Aturan Pelaksana Belum Siap
-
KUHAP Disahkan, Masyarakat Sipil Desak Prabowo Terbitkan Perppu Pembatalan
-
Presiden Prabowo Usul Menu MBG Telur Ayam Diganti Telur Puyuh, Nutrisinya Lebih Oke Mana?
-
Mahfud MD Sebut Prabowo Marah di Rapat, Bilang Bintang Jenderal Tak Berguna Jika Tidak Bantu Rakyat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Danantara Gandeng Arm Limited, Indonesia Siap Jadi Produsen Chip!
-
Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
-
Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan
-
KPK Ajukan Penundaan Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ini Alasannya
-
LLDIKTI Wilayah IX Tekankan Pemanfaatan Bijak Dana Beasiswa di ITB Nobel Indonesia
-
Daftar Tempat Menarik untuk Menunggu Maghrib di Wilayah Bandung Barat
-
Kasus Suap Impor Barang KW, KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga