- Hujan ekstrem memicu banjir bandang dan longsor di Maninjau. Jalan putus, rumah hanyut, dan warga berlarian menyelamatkan diri.
- Air dari perbukitan meluap membawa lumpur dan kayu ke pemukiman. Ikan mati massal terjadi akibat upwelling, sementara akses banyak tertutup longsor.
- Video lapangan menunjukkan arus banjir seperti sungai liar, rumah tenggelam lumpur, dan satu rumah
Suara.com - Wilayah Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali berduka. Sejak beberapa hari terakhir, hujan lebat disertai angin kencang terus mengguyur kawasan tersebut hingga Rabu malam (26/11).
Daerah yang biasanya dikenal dengan panorama hijau perbukitan, hamparan sawah, dan rumah-rumah tradisional yang teduh, mendadak berubah menjadi wilayah darurat bencana.
Curah hujan yang terus-menerus membuat aliran air dari perbukitan meluap. Akses jalan lingkar Danau Maninjau—yang membelah tebing di satu sisi dan danau di sisi lain—banyak yang amblas. Beberapa badan jalan bahkan hilang tersapu longsor.
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, banjir dan longsor bahkan menyapu rumah-rumah warga. Atap rumah bahkan ada yang terangkat, sedangkan halaman dipenuhi tanah longsor.
Jalan yang biasanya kering berubah menjadi aliran cokelat pekat, membawa batang kayu, lumpur, dan puing-puing rumah.
Air mengalir sangat kuat hingga menyerupai air terjun kecil di tengah kampung—tanda bahwa limpasan air dari bukit sangat masif.
Menurut warga sekitar, kawasan Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang berdampak paling parah.
Warga yang ketakutan pun langsung buru-buru mengungsi di kantor wali nagari dan tempat-tempat yang lebih aman. Terlebih, kondisi pun mati listrik.
"Nagari Sungai batang warga sudah mengungsi, ada beberapa Jorong, Jorong Nagari, Jorong Labuah sudah mengungsi d Kantor wali nagari," ujar Liza pada Suara.com.
Baca Juga: Akses Wisata Sriharjo Putus Lagi, Jalan Desa Amblas Usai Hujan Deras
Di Desa Pandan, warga mengaku mendengar gemuruh suara bebatuan dari atas bukit. Hal tersebut tentu membuat mereka merasa tak aman lagi hingga mengevakuasi diri sendiri.
"Sudah mulai terdengar suara batu jatuh dari gunung. Sudah seram banget," ungkap Lusi yang bersiap mengungsi ke rumah sanak saudara yang lebih aman bersama keluarganya.
Fenomena kematian ikan masal juga kembali terjadi. Menurut laporan, curah hujan tinggi disertai angin kencang memicu upwelling—pembalikan air dasar danau yang memiliki kadar oksigen sangat rendah ke permukaan. Akibatnya, ikan-ikan keramba mati dalam jumlah besar.
Permukaan air danau juga meningkat tajam hingga hampir memasuki halaman rumah warga. Kondisi ini memperburuk kekhawatiran masyarakat yang tinggal tepat di tepian danau.
Ancaman Lingkungan yang Perlu Diwaspadai
Danau Maninjau terletak di cekungan kawah raksasa (kaldera) yang dikelilingi bukit-bukit curam. Keindahan topografi ini menjadi daya tarik wisata—namun sekaligus menjadi titik rawan saat cuaca ekstrem melanda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?
-
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim
-
Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
-
Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi