- Kementerian Kesehatan akan mengirimkan 600 dokter tambahan ke Aceh mulai minggu depan setelah memetakan kebutuhan medis.
- Dokter yang dikirim meliputi berbagai tingkatan, termasuk koas, untuk menggantikan tenaga lokal yang terdampak bencana.
- Penugasan tenaga medis akan dilakukan secara bergiliran setiap dua minggu untuk menjaga keberlanjutan bantuan di wilayah tersebut.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemerintah akan mulai mengirim dokter tambahan ke Aceh pada minggu depan. Pengiriman dilakukan setelah Kementerian Kesehatan menyelesaikan pemetaan kebutuhan tenaga medis di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Budi menyampaikan, tidak hanya ada dokter koas yang akan dikirim ke sana, sebagaimana permintaan dari Presiden Prabowo Subianto. Karena menurutnya, minat tenaga medis untuk membantu ke Aceh sebenarnya cukup besar.
"Rencana kita minggu depan akan ngirim dokter. Jadi siapapun dokter, dokter koas, dokter internship, atau dokter spesialis sebenarnya banyak yang pengen membantu ke Aceh," kata Budi ditemui usai acara 2025 International Symposium on ECED di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Diakui Budi kalau sebelumnya penugasan tenaga kesehatan belum tertata sesuai kebutuhan di daerah. Sehingga terjadi penumpukan di satu wilayah saja.
"Misalnya Tamiang yang lagi ramai, semua dokter datang ke sana, ya penuh. Sebenarnya kebutuhannya nggak sebanyak itu. Ada daerah-daerah lain seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah yang masih terisolasi itu sebenarnya butuh dokter juga," imbuh Budi.
Ia menegaskan, Kemenkes kini telah memetakan kebutuhan secara rinci, termasuk jumlah tenaga medis yang diperlukan di tiap wilayah. Berdasarkan pemetaan tersebut, batch pertama sebanyak 600 dokter akan dikirim mulai minggu depan.
Bantuan dokter tambahan itu juga dimaksudkan untuk menggantikan sementara tenaga kesehatan lokal yang kelelahan dan terdampak secara langsung.
"Karena kan dokter-dokter di Aceh dan perawat Aceh juga capek dan rumahnya ada yang hilang. Jadi kita perlu isi dulu dengan dokter-dokter dari luar (Aceh)," ucapnya.
Budi menambahkan, penugasan tenaga medis akan dilakukan secara bergiliran setiap dua minggu agar para dokter juga tidak kelelahan berlebihan.
Baca Juga: Temui Warga Aceh Tamiang, Prabowo: Minta Maaf kalau Masih Belum Terbantu
"Kalau terlalu lama kan nggak tahan juga. Jadi kita putar setiap 2 minggu, kita butuh sekitar 600-800," pungkasnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto meminta Menkes Budi mengirimkan dokter magang dan dokter koas ke lokasi bencana di Sumatra. Kehadiran dokter tambahan itu sebagai respon cepat membantu korban bencana yang mengalami sakit.
Rencana itu bermula dari Menkes yang meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin untuk bantu mengirimkan sekitar 300 dokter dari TNI dan Polri. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Aceh pada Minggu, 7 Desember 2025 lalu.
Prabowo kemudian bertanya kepada Budi apakah dokter koas bisa dikirimkan untuk membantu korban.
"Kalau koas boleh nggak diterjunkan? Sudah boleh?" tanya Prabowo.
Budi mengatakan dokter berstatus magang yang sudah boleh untuk membantu. Dokter magang itu pun tetap membutuhkan dokter pendamping.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu