Suara.com - Di berbagai daerah, pemerintah melalui Kementerian PU mulai membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur modern yang akan memasak makanan bergizi untuk jutaan anak. Infrastruktur ini bukan hanya bangunan, tetapi simbol kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.
SPPG akan menjadi tempat ratusan makanan sehat diproduksi setiap hari. Dari kantor kecil di desa hingga sekolah di pinggiran kota, makanan dari dapur ini akan dikirimkan ke anak-anak yang membutuhkan.
Melalui SPPG, UMKM lokal mendapatkan peluang baru. Petani dapat memasok sayur segar, nelayan mengirim hasil tangkap terbaik, dan pelaku UMKM pangan ikut menjadi bagian rantai pasok. Ini membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi desa.
Di balik fasilitas modern seperti cold storage, dapur higienis, dan logistik terintegrasi, terdapat cerita sederhana, yaitu makanan yang lebih baik dan menyehatkan untuk masa depan anak-anak.
Pemerintah berkomitmen membangun ratusan SPPG secara bertahap. Prioritas diberikan kepada wilayah terpencil dan perbatasan, agar anak-anak di sana mendapat kesempatan gizi yang sama seperti di kota besar.
SPPG juga memberi rasa aman bagi orang tua. Mereka tahu makanan yang diberikan sudah melalui proses higienis, bergizi, dan dimasak dengan standar nasional.
Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, pembangunan ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang pada generasi masa depan. Setiap bangunan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur, tetapi juga sebagai pusat kehidupan dan harapan bagi masyarakat sekitar.***
Berita Terkait
-
SPPG Dibangun dengan Konsep One-Flow Direction dan Sistem Cold Chain Modern
-
SPPG Dorong Efisiensi Produksi Massal dan Perkuat Ekonomi Pangan Lokal
-
Badan Gizi Nasional Dorong UMKM dan Masyarakat Lokal Jadi Tulang Punggung Program MBG
-
PaDi Business Forum & Showcase 2025: PaDi UMKM Ciptakan Transaksi Hingga Tembus Rp993 Miliar
-
BNI Raih Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?