-
- METI menilai target NZE dan pensiun PLTU perlu ditopang kebijakan, pendanaan, dan kolaborasi lintas pihak.
- Melalui AFJET dan Desa/Pulau Mandiri Energi, METI mendorong pembiayaan dan elektrifikasi berbasis energi terbarukan.
- METI menyiapkan Peta Jalan 100 GW dan Forum Transisi Energi Berkeadilan untuk memperkuat green jobs dan keadilan sosial.
Suara.com - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menegaskan bahwa transisi energi berkeadilan tidak cukup hanya dengan target ambisius, tetapi harus ditopang langkah strategis yang konkret dan kolaborasi lintas pihak.
Dorongan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk memensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara penuh demi mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Ketua METI, Zulfan Zahar, menilai komitmen politik tersebut adalah titik awal yang penting, namun berisiko mandek jika tidak diiringi pembenahan kebijakan, pendanaan, dan kesiapan sumber daya manusia.
“Transisi energi berkeadilan harus memastikan keberlanjutan, keterjangkauan, dan keadilan sosial. Tanpa kolaborasi multi-pihak, target NZE hanya akan menjadi slogan,” ujar Zulfan dalam pertemuan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (19/12/2025).
Sebagai wadah multi-pihak, METI mendorong penguatan kebijakan melalui koordinasi dengan asosiasi energi terbarukan.
Upaya ini diwujudkan lewat pemberian masukan atas revisi Perpres 112/2022, perbaikan mekanisme pengadaan PLN, serta kontribusi substansial dalam RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) dan RUU Ketenagalistrikan.
Masukan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XII DPR pada 1 Desember 2025.
Di sisi pendanaan, METI meluncurkan program Access to Finance for Just Energy Transition (AFJET). Program ini dirancang untuk membuka akses pembiayaan proyek energi terbarukan melalui inovasi skema keuangan dan dialog antara lembaga pembiayaan dengan pengembang.
“Hambatan utama energi terbarukan hari ini bukan hanya teknologi, tapi akses keuangan. AFJET kami rancang untuk menjembatani itu,” kata Zulfan.
Baca Juga: Pakar Ungkap Tantangan Transisi Energi Indonesia, Masih Tersendat Ketergantungan Fosil
METI juga mendorong elektrifikasi desa dan pulau berbasis 100 persen energi terbarukan melalui program Desa/Pulau Mandiri Energi, dengan target 10 lokasi hingga 2028. Salah satu proyek percontohan adalah Nusa Penida 100% Energi Terbarukan, yang mencakup percepatan investasi, penguatan IPP dan EPC lokal, pelatihan SDM, serta peningkatan literasi publik.
Untuk mendukung target nasional !00 GW energi terbarukan, METI bersama pemangku kepentingan akan menyusun Peta Jalan 100 GW Energi Terbarukan sebagai acuan pengadaan, pembiayaan, dan kerangka hukum. Selain itu, METI menekankan pentingnya penciptaan *green jobs* agar transisi energi benar-benar berkeadilan dan tidak meninggalkan siapa pun.
Sebagai penguat kolaborasi, METI akan membentuk Forum Transisi Energi Berkeadilan ruang bersama untuk menjawab hambatan investasi, memperluas pemahaman publik, serta menegaskan peran energi terbarukan sebagai solusi krisis iklim dan mitigasi bencana di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI