- Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengakui kesalahannya memicu gugatan cerai dari Atalia Praratya melalui Instagram pada Selasa (23/12).
- Ridwan Kamil meminta maaf kepada Atalia, anak-anak, dan ibunya atas kekhilafan serta dosa selama 29 tahun pernikahan mereka.
- Proses perceraian telah bergulir di PA Bandung sejak Rabu (17/12) dan kedua pihak sepakat berpisah baik-baik serta mengasuh anak bersama.
Suara.com - Tabir misteri yang menyelimuti badai rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akhirnya tersingkap. Secara mengejutkan, pria yang akrab disapa Kang Emil ini membuat pengakuan terbuka, meminta maaf, dan mengakui adanya "khilaf dan dosa" sebagai biang kerok gugatan cerai yang dilayangkan sang istri, Atalia Praratya.
Setelah beberapa waktu bungkam, Ridwan Kamil memilih akun Instagram pribadinya sebagai medium untuk mencurahkan isi hatinya.
Dalam sebuah unggahan yang sarat akan penyesalan pada Selasa (23/12), ia secara gamblang mengakui kesalahannya yang memicu kegaduhan dan berujung pada perpisahan dengan wanita yang telah menemaninya selama 29 tahun.
Permintaan maaf itu tidak hanya ditujukan kepada publik, tetapi secara spesifik kepada Atalia, anak-anak, serta ibundanya.
"Setulusnya saya mohon maaf," demikian kutipan pembuka dari unggahan Ridwan Kamil yang langsung menyita perhatian publik.
Ia melanjutkan dengan kalimat yang lebih dalam, mengakui bahwa perpisahan ini adalah hak Atalia untuk menemukan kebahagiaan setelah rentetan kesalahannya selama hampir tiga dekade membangun rumah tangga.
"Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya. Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya," imbuhnya.
Untuk memperjelas penyesalannya, Ridwan Kamil merinci permohonan maafnya dalam lima poin utama yang diunggahnya:
- Dari hati saya yang terdalam, dengan ini saya menghaturkan permohonan maaf kepada semua pihak dan semua yang terdampak atas kegaduhan yang tidak seharusnya. Sekali lagi setulusnya saya mohon maaf.
- Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya. Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya.
- Saya juga memohon ampun kepada ibunda saya atas segala khilaf dan dosa sebagai anak yang mungkin mengecewakannya.
- Saya juga memohon maaf kepada anak-anak saya yang terdampak oleh peristiwa-peristiwa yang tidak sepenuhnya dipahami oleh mereka.
- Saya juga memohon maaf kepada pihak-pihak lain yang terbawa dan terdampak dalam rangkaian peristiwa2 pribadi ini. Sepenuhnya kesalahan dan kekhilafan ada di saya.
Proses hukum perceraian pasangan yang kerap tampil harmonis ini sendiri sudah bergulir di Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: Heboh Foto Diduga Ridwan Kamil dan Aura Kasih Liburan Bareng ke Eropa, Ada yang Tak Kaget
Sidang perdana telah digelar pada Rabu (17/12) lalu, namun baik Ridwan Kamil maupun Atalia memilih untuk tidak hadir dan hanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing.
Di tengah proses yang berjalan, Atalia Praratya sempat terlihat di hadapan publik saat menghadiri peresmian rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Diberondong pertanyaan oleh awak media mengenai gugatan cerainya, anggota DPR RI ini memilih irit bicara dan hanya melemparkan kalimat singkat sambil berlalu.
"Akang, nuhun yah. Minta doanya, ya, kang," ucap Atalia singkat sebelum masuk ke dalam mobil pribadinya.
Meski proses hukum masih berjalan, kedua belah pihak dipastikan telah mencapai kata sepakat untuk berpisah secara baik-baik. Kesepakatan ini dicapai melalui proses mediasi yang telah dijalani keduanya.
"Hasilnya, mereka menyepakati beberapa poin. Dan agenda mediasi kemudian akan bergulir ke persidangan. Secara normatif, perceraian ini akan terus berjalan secara baik-baik hingga putusan pengadilan ditetapkan," kata pengacara Ridwan Kamil, Wenda Aluwi, saat memberikan keterangan di Bandung.
Berita Terkait
-
Heboh Foto Diduga Ridwan Kamil dan Aura Kasih Liburan Bareng ke Eropa, Ada yang Tak Kaget
-
Pihak Aura Kasih Angkat Bicara Soal Isu Orang Ketiga: Enggak Nyaman!
-
Sulit Dibantah, Beredar Foto Diduga Ridwan Kamil dan Aura Kasih Liburan ke Eropa
-
Akui Kesalahan, Ridwan Kamil Minta Maaf dan Doakan Atalia Praratya
-
Setelah Ridwan Kamil Minta Maaf, Giliran Aura Kasih Klarifikasi Hubungan Gelap
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden