- Presiden keenam RI, SBY, memberikan pandangan strategis mengenai manajemen krisis bencana Sumatera kepada pemerintahan Presiden Prabowo.
- SBY menekankan empat pilar penting pemulihan pascabencana, termasuk pendanaan memadai dan rencana induk yang utuh.
- Ia mengapresiasi respons cepat Presiden Prabowo, sekaligus mengingatkan pentingnya transparansi anggaran rekonstruksi.
Suara.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan perhatian mendalam terhadap bencana alam berskala besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera baru-baru ini.
Melalui pernyataan resminya yang dilihat Suara.com di akun resmi twitternya, SBY membagikan pandangan strategis terkait manajemen krisis sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya terus mengikuti perkembangan situasi di lapangan, mulai dari jatuhnya korban jiwa hingga kerusakan infrastruktur publik. Ia mengakui bahwa penanganan bencana, terutama pada fase tanggap darurat, bukanlah perkara mudah.
"Penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini," ujar SBY dikutip Rabu (24/12/2025).
Berkaca pada pengalamannya memimpin Indonesia saat menghadapi Tsunami Aceh-Nias (2004) serta gempa bumi di Yogyakarta dan Padang, SBY menekankan pentingnya empat pilar utama dalam pemulihan pascabencana: sumber daya finansial yang mencukupi, pelaksanaan yang efektif di lapangan, hingga kebijakan dan master plan yang utuh.
"Juga diperlukan kebijakan dan master plan yang utuh," jelas dia.
Menurutnya, efektivitas komando dan pengendalian adalah kunci utama dalam manajemen krisis.
Kendati begitu, SBY memaklumi jika setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dalam menghadapi situasi darurat.
"Cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama. Apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo saat ini bisa tidak sama dengan yang saya lakukan dulu. Ini disebabkan oleh perbedaan konteks bencana dan magnitude kerusakan," jelasnya.
Baca Juga: Sentuhan Solidaritas dalam Perayaan Natal, Diorama Bencana Hiasi Gereja di Jambi
Secara khusus, SBY menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai Presiden kekinian telah menunjukkan komitmen yang serius dengan terjun langsung ke lapangan dan mengambil kebijakan strategis untuk membangun kembali provinsi-provinsi terdampak di Sumatera.
"Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Beliau telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera," tambah SBY.
Memasuki tahap pemulihan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), SBY mengingatkan agar pemerintah fokus pada kualitas rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ia menekankan tiga faktor keberhasilan: konsep yang matang, kepemimpinan lapangan yang efektif, serta implementasi yang konsisten. Selain masalah teknis, SBY juga memberikan catatan khusus mengenai transparansi anggaran.
"Jangan dilupakan, akuntabilitas penggunaan uang negara juga harus dijaga dengan baik," tegasnya.
Lebih lanjut, SBY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan Sumatera.
Ia berharap saudara-saudara yang terdampak musibah dapat segera kembali menata masa depan yang lebih baik pascabencana.
Berita Terkait
-
Rawat Tradisi Lung Tinulung, HS dan Musisi Jogja Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera
-
Komisi VIII Dorong Percepatan Revisi UU Kebencanaan Usai Banjir Sumatera, Peran BNPB Bakal Diperkuat
-
Menumpuk Banyak, Ini Solusi Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir
-
Sentuhan Solidaritas dalam Perayaan Natal, Diorama Bencana Hiasi Gereja di Jambi
-
Empat Pekan Pascabencana Sumatra, Apa Saja yang Sudah Pemerintah Lakukan?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT