- Pemkot Serang melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Tangsel, mengutamakan kepentingan warga sekitar TPSA Cilowong.
- Serang menerima dana Rp122 miliar dari Tangsel yang diprioritaskan untuk kesehatan gratis dan infrastruktur warga terdampak.
- Kerja sama ini meliputi modernisasi TPSA dan dorongan PSEL, mengubah sampah menjadi sumber energi listrik di Kota Serang.
Lebih jauh, Budi menyebut kerja sama ini menjadi bagian penting dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) berupa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang.
Saat ini, produksi sampah Kota Serang baru mencapai 419 ton per hari, sementara fasilitas PSEL membutuhkan minimal 1.000 ton per hari agar dapat beroperasi optimal.
“Kehadiran tambahan sampah dari Tangsel justru menjadi solusi. Ini bukan memindahkan masalah, tetapi mengubah tantangan menjadi peluang. Sampah bisa diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat,” ungkapnya.
Budi menegaskan, kerja sama ini merupakan ikhtiar jangka panjang menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan akhirnya jelas: lingkungan tetap terjaga, warga terlindungi, dan sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber energi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Darurat Sampah 2025: Saat Kantor Pejabat Jadi Tempat Pembuangan Akhir
-
Darurat Sampah Nasional Bukan Sekadar Masalah Infrastruktur, Tapi Krisis Perilaku Masyarakat
-
Kabupaten Serang Banten Direndam Banjir
-
Darurat Sampah, Terpal Jadi Andalan Pemkot Tangsel
-
Cegah 'Kemiskinan Baru', Pemkab Serang Lindungi 21.234 Pekerja Rentan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh