- Banjir kembali melanda Kampung Raja, Aceh Tamiang, pada 1 Januari 2026 akibat tanggul yang rusak sejak November 2025 jebol.
- Jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di ruas jalan penghubung Bendahara dan Seruway, merendam permukiman warga.
- Warga khawatir karena perbaikan permanen tanggul yang jebol pasca-banjir bandang November 2025 belum dilakukan.
Suara.com - Banjir kembali merendam Kampung (Desa) Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), setelah tanggul sungai yang rusak sejak banjir bandang November 2025 dilaporkan kembali jebol. Peristiwa ini memicu kecemasan warga, terutama mereka yang masih bertahan di tenda pengungsian.
Tokoh pemuda Bendahara Hilir, M Daud, mengatakan jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam waktu tiga jam, debit air terus meningkat hingga merendam permukiman warga yang sebelumnya belum sepenuhnya pulih dari banjir bandang.
“Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki,” kata M Daud, seperti dikutip dari Antara, Kamis.
Menurutnya, titik tanggul yang jebol berada di ruas jalan penghubung Kecamatan Bendahara dan Seruway. Luapan air sungai tidak hanya menggenangi jalan utama, tetapi juga kembali masuk ke kawasan permukiman yang sebelumnya porak poranda diterjang banjir.
“Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir,” ujarnya.
Warga menduga banjir susulan ini merupakan kiriman air dari wilayah hulu sungai, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah hilir terus dihantui kekhawatiran setiap kali hujan lebat turun di daerah atas.
M Daud mengungkapkan, kerusakan tanggul sebenarnya sudah terjadi sejak banjir bandang 26 November 2025. Namun hingga kini, sejumlah titik tanggul di pesisir Kecamatan Bendahara belum mendapat perbaikan permanen.
“Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang,” katanya.
Ia menambahkan, warga kini hidup dalam kondisi siaga darurat. Setiap informasi mengenai hujan lebat di hulu sungai langsung memicu kepanikan di kampung-kampung pesisir.
Baca Juga: Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam
“Hari ini kami merasa cemas. Kalau hujan deras di hulu, kampung di hilir bisa terendam lagi karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol,” ujar M Daud.
Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu (31/12) malam. Luapan sungai di kawasan objek wisata pemandian Gunung Pandan sempat menggenangi wilayah desa setempat.
Datok Penghulu Kampung Selamat, Suherman, mengatakan banjir tersebut tidak berlangsung lama dan surut dalam hitungan jam.
“Air masuk kampung sampai kawasan tower ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat,” kata Suherman.
Meski banjir di Desa Selamat cepat surut, warga di sejumlah wilayah Aceh Tamiang berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul sungai secara menyeluruh agar banjir susulan tidak terus berulang dan menambah penderitaan masyarakat terdampak.
Berita Terkait
-
Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam
-
Banjir Ancam Produksi Garam Aceh, Tambak di Delapan Kabupaten Rusak
-
85 Persen Sekolah Terdampak Banjir di Sumatra Sudah Bisa Digunakan, Sisanya Masih Dibersihkan
-
Tradisi Meugang Terancam Jelang Ramadan, Gubernur Aceh Minta Suplai Sapi ke Tito dan Purbaya
-
Bencana Aceh 2025: PLN Catat 442 Titik Kerusakan Listrik, Jauh Melampaui Dampak Tsunami 2004
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli