- Polresta Yogyakarta mendalami dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha dengan memeriksa pihak terkait dalam struktur yayasan tersebut.
- Penyidik menelusuri dugaan pencatutan nama hakim dan dosen dalam struktur yayasan melalui pemeriksaan aliran dana serta rekening koran.
- Unit PPA telah memeriksa 126 orang tua korban dan menargetkan pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan dalam waktu dekat.
Suara.com - Polresta Yogyakarta masih mendalami kasus dugaan kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha, termasuk menelusuri keterlibatan pihak-pihak yang tercantum dalam struktur yayasan.
Sejauh ini, ada dua oknum yang menjadi sorotan, yakni hakim aktif berinisial RIL yang tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan, serta dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada berinisial CD yang tercatat sebagai penasihat yayasan.
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak-pihak tersebut.
Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, keduanya disebut hanya dicatut namanya untuk kepentingan struktur organisasi.
"Kemarin kita sudah melaksanakan pemeriksaan kepada ketua yayasan keterlibatan daripada pembina dan penasihat, karena memang untuk pemeriksaan awal dari ketua yayasan menyampaikan itu hanya dicatut namanya hanya untuk struktur," kata Pandia ditemui wartawan, Senin (18/5/2026).
Kendati demikian, polisi tidak berhenti pada keterangan awal tersebut. Penyidik tetap akan melakukan verifikasi lanjutan terhadap oknum-oknum tersebut.
Termasuk menelusuri kemungkinan adanya aliran dana yang masuk kepada pihak-pihak yang namanya tercantum dalam yayasan.
"Tetapi nanti kita juga akan cek juga tentunya rekening korannya, ada enggak transaksi aliran dananya ke mana saja. Tetapi kita juga akan tetap melaksanakan pemeriksaan tentunya," ujarnya.
Menurut dia, apabila dari hasil penelusuran tidak ditemukan aliran dana maupun keterlibatan aktif, maka tidak ada unsur pidana yang dapat dikenakan kepada dua orang tersebut.
Baca Juga: Efek 'Semua Akan Baik-Baik Saja': Film Baim Wong Ini Sukses Bikin Penonton Minta Maaf ke Orangtua
"Kalau memang benar tidak ada (aliran dana) berarti memang hanya karena kenal, dicatut, dipakai namanya untuk struktur organisasi," ujarnya.
Selain menelusuri struktur yayasan, penyidik Unit PPA dan Satreskrim Polresta Yogyakarta juga masih fokus memeriksa para saksi, khususnya orang tua korban. Hingga kini, pemeriksaan telah dilakukan terhadap sekitar 126 orang tua dari anak-anak yang diduga menjadi korban.
"Ya, jadi sementara dari unit PPA dan juga Reskrim terus melaksanakan kerja, khususnya pemeriksaan saksi-saksi dari orang tua korban sekarang sudah lebih kurang 126 orang," tuturnya.
Untuk proses pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan, Polresta Yogyakarta menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat.
"Kita masih ada waktu 40 hari lagi ya, mudah-mudahan nanti sebelum itu sudah bisa kita limpahkan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Efek 'Semua Akan Baik-Baik Saja': Film Baim Wong Ini Sukses Bikin Penonton Minta Maaf ke Orangtua
-
Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar
-
Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan
-
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan
-
PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
-
Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern
-
LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya
-
7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka