-
Amerika Serikat mendesak Uni Emirat Arab menginvasi wilayah Iran demi melindungi tentara Washington.
-
Uni Emirat Arab menerima 2.800 serangan rudal akibat menampung pangkalan militer Amerika Serikat.
-
Aliansi militer Uni Emirat Arab dan Israel semakin kuat di tengah penolakan Arab Saudi.
Suara.com - Gedung Putih secara agresif menekan Uni Emirat Arab agar bersedia memimpin operasi darat berbahaya guna merebut wilayah strategis milik Teheran. Langkah ini diambil Washington sebagai strategi licik untuk mengamankan pasukan mereka sendiri dari risiko kematian di medan tempur Teluk.
Siasat ini membongkar bagaimana negara-negara Arab sekutu kini didorong menjadi tameng utama dalam eskalasi pertempuran yang pecah sejak akhir Februari lalu. Mantan pejabat tinggi pertahanan era Donald Trump membocorkan bahwa Abu Dhabi dipaksa mengambil alih garis depan pertempuran.
"Silakan ambil alih! Yang turun ke lapangan adalah pasukan UEA, bukan pasukan AS," kata eks pejabat tersebut dikutip dari Telegraph.
Sikap ofensif Washington ini muncul saat Abu Dhabi menderita kerugian paling parah akibat menjadi basis militer bagi pergerakan tentara Amerika Serikat. Wilayah udara mereka dihujani ribuan proyektil mematikan karena posisi geografisnya yang menampung aset penting milik Pentagon.
Pihak intelijen mencatat lebih dari 2.800 serangan udara telah menghantam objek vital di Uni Emirat Arab dalam rentang waktu yang sangat singkat. Gelombang gempuran masif tersebut memaksa para petinggi Abu Dhabi merombak total doktrin pertahanan nasional mereka secara drastis.
Dalam kepanikan menghadapi serangan, Uni Emirat Arab sempat mengemis bantuan militer kepada Riyadh dan Doha untuk membentuk koalisi serangan balasan. Namun, upaya diplomasi militer tersebut berujung kegagalan total karena tetangga Teluk mereka menolak terseret lebih jauh.
Riyadh dan Qatar memilih menjaga jarak aman demi menyelamatkan kedaulatan domestik mereka dari amukan militer Teheran. Meski demikian, pertahanan Abu Dhabi dilaporkan sempat bergerak sendiri melakukan agresi sepihak ke wilayah pesisir Teheran pada awal April.
Isolasi dari sesama negara Arab justru membuat hubungan geopolitik Abu Dhabi dengan Tel Aviv mengalami peningkatan intensitas yang sangat signifikan. Kerja sama pertahanan di bawah payung Abraham Accords tahun 2020 kini berubah menjadi aliansi militer taktis yang nyata.
Bantuan pertahanan udara canggih langsung dikirimkan oleh Tel Aviv guna membentengi wilayah udara Uni Emirat Arab dari kehancuran total. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan dilaporkan melakukan diplomasi rahasia ke Abu Dhabi saat situasi perang sedang berada di titik paling kritis.
Baca Juga: Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
Sikap politik Abu Dhabi langsung memicu kemarahan besar dari pihak Teheran yang mengutuk keras keterlibatan aktif mereka dengan blok Barat. Teheran secara resmi melabeli tetangga Teluknya itu sebagai kaki tangan utama dalam agresi militer asing di tanah Timur Tengah.
Menanggapi tuduhan tersebut, otoritas Abu Dhabi menegaskan bahwa mereka memiliki hak penuh untuk menggerakkan militer demi menangkal segala ancaman luar. Pengamat menilai krisis ini justru mempercepat pembentukan peta aliansi baru antara Amerika Serikat, Israel, dan Uni Emirat Arab.
Poros baru ini dinilai akan mengubah lanskap keamanan regional secara permanen meskipun memicu ketegangan mendalam di internal negara Arab. Kehadiran militer asing di Teluk Persia diprediksi akan semakin mencengkeram kuat dan sulit untuk direduksi di masa depan.
Pertempuran bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meletus sejak 28 Februari telah menyeret banyak negara sekutu di Timur Tengah ke dalam krisis. Posisi Uni Emirat Arab yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat menjadikannya target utama serangan balasan yang merusak stabilitas ekonomi kawasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat