News / Nasional
Minggu, 04 Januari 2026 | 19:09 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, melepas ribuan peserta "Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU" yang menempuh rute Bangkalan–Jombang, Minggu (4/1/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Ketum PBNU lepas ribuan peserta napak tilas jejak pendirian NU.
  • Tujuannya menelusuri kembali akar spiritual berdirinya Nahdlatul Ulama.
  • Penyerahan simbol tongkat dan tasbih menandai kesinambungan amanah rohani.

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, melepas ribuan peserta "Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU" yang menempuh rute Bangkalan–Jombang. Menurut Gus Yahya, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah ziarah spiritual untuk menelusuri kembali restu para *muassis* (pendiri) NU.

“Napak tilas ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menghadirkan kembali kesadaran bahwa NU berdiri di atas restu para guru dan ulama dengan landasan spiritual yang sangat kuat,” kata Gus Yahya dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).

Ia menegaskan, perjalanan ini mengandung pesan penting bagi kepemimpinan NU saat ini.

“Yang sedang kita jaga bukan hanya organisasi secara struktural, tetapi amanah rohani yang diwariskan para pendiri NU,” ujarnya.

Simbol Tongkat dan Tasbih

Puncak kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Tebuireng, Jombang, yang akan ditandai dengan prosesi penyerahan simbol sejarah berupa tongkat dan tasbih. Estafet simbolik ini menjadi penanda kesinambungan spiritual dalam kepemimpinan NU.

Penyerahan tasbih kepada Ketua Umum PBNU, misalnya, menyimbolkan mandat agar roda organisasi dijalankan dengan zikir, ketenangan batin, dan nilai-nilai spiritualitas yang diwariskan para pendiri.

Melalui kegiatan ini, PBNU berharap para kader semakin memahami bahwa Nahdlatul Ulama lahir bukan semata-mata dari kesepakatan formal, melainkan dari restu para guru, isyarat spiritual, dan ketulusan ulama dalam membangun jam’iyah yang berkhidmat untuk umat dan bangsa.

Baca Juga: Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU

Load More