- Menteri HAM minta polisi usut tuntas teror terhadap para aktivis.
- Teror terjadi setelah mereka mengkritik penanganan bencana di wilayah Sumatra.
- Ia juga ingatkan agar kritik tidak langsung menuduh tanpa bukti.
Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas serangkaian dugaan teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer. Peristiwa ini terjadi setelah mereka aktif menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana di wilayah Sumatra.
Pigai menegaskan, setiap laporan dugaan teror harus diproses secara serius melalui mekanisme hukum untuk mengungkap motif dan pelakunya.
“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya,” kata Pigai dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Pigai menyatakan bahwa pemerintah menghormati kebebasan berpendapat sebagai hak asasi yang dijamin konstitusi. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tidak langsung diarahkan dengan tuduhan tertentu tanpa dasar hukum yang jelas.
Menurutnya, negara tidak bisa serta-merta disebut sebagai pelaku tanpa adanya bukti dan proses hukum.
"Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas," ujarnya.
Sebagai Menteri HAM, ia menegaskan negara berkewajiban melindungi kebebasan berpendapat sekaligus menjamin penegakan hukum yang adil.
Rentetan Aksi Teror
Permintaan ini muncul di tengah rentetan dugaan teror yang kembali menyasar masyarakat sipil. Beberapa kasus yang menonjol antara lain:
Baca Juga: Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik
- DJ Donny: Musisi asal Aceh ini mengalami teror berupa kiriman bangkai ayam dan pelemparan bom molotov ke rumahnya.
- Iqbal Damanik: Aktivis lingkungan dari Greenpeace Indonesia ini juga menerima kiriman bangkai ayam disertai surat ancaman.
- Zainal Arifin Mochtar: Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai anggota kepolisian.
Rentetan peristiwa tersebut telah memicu kekhawatiran mendalam terkait keselamatan masyarakat sipil yang aktif menyuarakan kritik di ruang publik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Xiaomi 18 Fold dan 18 Pro Tak Meluncur Bareng, Ini Strategi Baru Lei Jun
-
Ekonomi Sirkular Buka Peluang Pendapatan Baru
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Review Petualangan Sherina: Nostalgia Masa Kecil yang Tak Lekang oleh Waktu
-
ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding
-
2 Rice Cooker untuk Membuat MPASI Bayi, Praktis dan Mudah Digunakan
-
Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil
-
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, Akhir dari Pencarian Horcrux!
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?