- KSP RI Muhammad Qodari menjelaskan penanganan banjir di tiga provinsi telah dimaksimalkan oleh 50.000 personel gabungan.
- Penetapan status Bencana Nasional memerlukan surat resmi gubernur yang menyatakan daerah tidak sanggup menangani.
- Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lebih dari 50 juta penerima dalam waktu kurang dari setahun.
Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Muhammad Qodari, memberikan penjelasan terkait berbagai kritik dan capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam perbincangannya bersama akademisi sekaligus praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali, Qodari menjawab isu sensitif terkait status bencana nasional hingga efektivitas program unggulan pemerintah.
Menanggapi pertanyaan publik mengenai lambannya penetapan status "Bencana Nasional" pada musibah banjir yang melanda 3 provinsi, Qodari menegaskan bahwa secara substansi, penanganan pemerintah pusat sudah berada di level maksimal.
"Ada 35.000 tentara dan 15.000 polisi, total 50.000 personel bekerja siang malam di lapangan. Jembatan Bailey yang biasanya butuh satu bulan, di Aceh bisa selesai dalam satu minggu, anggaran juga sudah dibagikan," ujar Qodari dalam kanal Youtube Rhenald Kasali, Senin (5/1/2026).
Terkait status hukumnya, ia menjelaskan bahwa aturan perundang-undangan mensyaratkan adanya pernyataan resmi dari Kepala Daerah yang menyatakan ketidaksanggupan daerah dalam menangani bencana tersebut.
"Sampai hari ini, saya belum mendengar atau membaca surat dari Gubernur yang menyatakan tidak sanggup," tambahnya.
Salah satu poin yang menyita perhatian adalah keputusan pemerintah Indonesia untuk tidak menerima bantuan dari luar negeri dalam penanganan kondisi darurat di tiga provinsi.
Menurut Qodari, hal ini adalah bentuk penegasan kedaulatan dan hasil dari efisiensi anggaran.
"Kita mau mandiri. Alhamdulillah, berkat efisiensi yang dilakukan Bapak Presiden Prabowo, kita punya dana yang cukup untuk mengatasi kondisi darurat sendiri." tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
Dibalik bencana tersebut banyak kritikan yang dilontarkan kepada Presiden Prabowo, namun hal tersebut ditanggapi oleh Qodari melalui pencapaian unggulan program Prabowo yang sudah dilakukan satu tahun ini.
Memasuki tahun 2025, Qodari menyebut tahun ini sebagai masa krusial implementasi visi-misi Presiden. Salah satu capaian yang diklaim sangat signifikan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Qodari membandingkan kecepatan eksekusi program ini dengan negara lain.
Jika Brazil membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta orang, Indonesia dalam waktu kurang dari satu tahun telah menjangkau lebih dari 50 juta penerima.
"Kita sudah menyalurkan hingga 2 miliar porsi dengan target akhir 83 juta penerima di seluruh Indonesia,” jelas Qodari.
Dalam hal tersebut Qodari menekankan bahwa Presiden Prabowo adalah sosok 'man of his word'. Ia menggunakan istilah 'Sabdo Pandito Ratu' (apa yang sudah diucapkan harus dikerjakan).
Berita Terkait
-
Jawaban Tegas Prabowo soal Isu Indonesia Tolak Bantuan Bencana
-
Pandji Pragiwaksono Titip Pesan Penting untuk Presiden Prabowo
-
Boni Hargens: Kapolri Sukses Kawal Prabowo-Gibran, Sinyal Transformasi Budaya Polri di 2026
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh