- Menko PM Muhaimin Iskandar menekankan pemulihan pascabencana di Sumatra harus fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Pemerintah membentuk Kelompok Kerja lintas kementerian untuk mengoordinasikan program pemulihan ekonomi di tiga provinsi.
- Pemulihan melibatkan rehabilitasi lahan seiring inovasi, seperti pada komoditas kopi Gayo di Aceh, pasca tanggap darurat.
Suara.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra tidak cukup berhenti pada perbaikan fisik.
Pemerintah, kata Cak Imin, akan mendorong pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tetap produktif, baik dari sisi pendapatan maupun inovasi.
Hal itu disampaikan Muhaimin, atau Cak Imin, usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) pembahasan pemulihan pascabencana di Sumatra, yang melibatkan Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
“Langkah-langkah pemberdayaan itu agar masyarakat terus produktif, baik dalam penghasilan pendapatan maupun inovasi dan kreativitas untuk terus maju,” kata Cak Imin di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Ia mencontohkan sektor kopi di Aceh, khususnya kopi Gayo di Bener Meriah, sebagai salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam pemulihan ekonomi pascabencana.
Menurutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi lahan harus berjalan seiring dengan inovasi agar produktivitas bisa kembali pulih.
“Produksi kopi misalnya di Bener Meriah, ada Gayo. Ini mari kita bangkit bersama dengan memulai rehabilitasi dan rekonstruksi lahan, diikuti inovasi dan kreativitas kita untuk membuat tingkat produktivitas kembali pulih,” ujarnya.
Dalam upaya tersebut, Cak Imin menyebut pemerintah telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Pascabencana. Pokja ini akan mengoordinasikan program lintas kementerian agar pemulihan ekonomi di wilayah terdampak berjalan serempak.
“Kami bersama-sama Menteri Sosial, Menteri UMKM, Menteri P2MI, Menteri Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, dan Kementerian Koperasi akan mendorong semua program yang kita miliki,” kata dia.
Baca Juga: Begini Respons Cak Imin Soal Kelakar Prabowo 'PKB Harus Diawasi'
Langkah bersama ini, lanjutnya, ditujukan agar Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dapat segera pulih dan bangkit secara ekonomi, terutama melalui penguatan sektor-sektor produktif masyarakat.
Ia menambahkan, kerja-kerja pemulihan telah dimulai sejak fase tanggap darurat berakhir. Di Sumatra Barat, status tanggap darurat ditetapkan pada 9 Desember dan kini telah memasuki fase pemulihan dan rehabilitasi.
“Yang sudah kami lakukan sampai hari ini adalah pendataan-pendataan. Tentu pendataannya belum sempurna,” ujar Cak Imin.
Ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, khususnya terkait pendataan aset serta pemulihan dan rehabilitasi aset masyarakat. Pemerintah pusat, kata dia, akan terus mendorong pemerintah daerah untuk melengkapi pendataan tersebut agar program pemberdayaan bisa berjalan lebih tepat sasaran.
“Masih banyak pendataan aset, recovery dan rehabilitasi aset yang akan terus kita dorong melalui pemerintah daerah agar semakin produktif,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Mendesak Percepatan Infrastruktur Pasca-Longsor dan Banjir Bandang Aceh
-
Menghapus Luka, Membangun Kembali Aceh dan Sumatra Pasca Banjir
-
Begini Respons Cak Imin Soal Kelakar Prabowo 'PKB Harus Diawasi'
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
-
Rekrutmen TNI AD 2026: Jadwal, Syarat Pendidikan, Batas Usia, dan Ketentuan Fisik
-
Jaksa Incar Aset Mewah Nadiem, Izin Sita Tanah-Bangunan di Dharmawangsa Diajukan ke Hakim
-
Anggota DPRD DKI Minta Bank Jakarta Benahi Keamanan Siber Sebelum IPO 2027
-
Pulang Nongkrong Ditangkap Polisi, Orang Tua Terdakwa Demo Berharap Bisa Idul Fitri Bersama Anak
-
Niat Kencan Berujung Petaka: AP Dituntut 1 Tahun Bui, Diduga Korban Salah Tangkap Demo Agustus