- Warga Desa Panyaksagan Bangkalan menemukan cairan coklat pekat menyerupai minyak bumi pada Kamis (8/1/2026) saat mengebor sumur air.
- Semburan cairan yang mudah terbakar tersebut mencapai ketinggian lima meter sebelum akhirnya surut setelah kedalaman 105 meter.
- BPBD dan DLH Bangkalan mengambil sampel cairan dan melokalisir area, berkoordinasi untuk uji laboratorium ke ESDM Provinsi Jatim.
Suara.com - Warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendadak geger setelah upaya mengebor sumur untuk mendapatkan air bersih justru memunculkan fenomena tak terduga.
Alih-alih air jernih, cairan berwarna coklat pekat yang diduga kuat merupakan minyak bumi menyembur keluar dari perut bumi.
Kejadian yang berlangsung sejak Kamis (8/1/2026) ini langsung menjadi tontonan warga sekitar dan videonya viral di media sosial.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, M. Zainul Qomar, mengatakan temuan itu bermula saat pemilik rumah mengebor tanah untuk mencari sumber air bersih.
“Awalnya mereka ngebor untuk mencari titik sumber air,” ujar Zainul di Bangkalan, Kamis (8/1/2025).
Berikut adalah 6 fakta semburan minyak dari sumur bor di Bangkalan:
1. Berawal dari Upaya Mencari Sumber Air
Peristiwa ini bermula saat seorang warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, melakukan pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih di halaman rumahnya.
Namun, pengeboran yang dilakukan di pekarangan rumah Auda (43) justru menyita perhatian warga setelah dari lubang bor muncul cairan berwarna coklat pekat yang menyerupai minyak mentah.
Baca Juga: Atasi Krisis Air, Brimob Polri Targetkan 100 Titik Sumur Bor untuk Warga Aceh Tamiang
2. Semburan Mencapai Ketinggian 5 Meter
Pengeboran sumur tersebut awalnya ditargetkan mencapai kedalaman 200 hingga 250 meter. Namun, pada hari ke-11 proses pengeboran, dari lubang sedalam sekitar 105 meter justru muncul cairan berwarna hijau gelap dengan bau gas.
Cairan itu tidak hanya merembes, tetapi menyembur ke atas akibat tekanan dari dalam tanah.
Menurut keterangan saksi mata, ketinggian semburan sempat mencapai lima meter, sebelum akhirnya kondisi sumur bor dilaporkan telah surut.
3. Cairan Terbukti Mudah Terbakar
Salah satu fakta paling krusial yang ditemukan di lapangan adalah sifat cairan tersebut yang sangat mudah terbakar.
Berita Terkait
-
Polri Bangun Raturan Sumur Bor di Sumatra: Sudah Berapa Titik yang Aktif?
-
Sejarah! Produksi Sumur Minyak Rakyat Dibeli Pertamina di Jambi
-
Bahlil Buka-bukaan Amblil Langkah Berani Legalkan Sumur Rakyat
-
Dengarkan Keluhan Warga Soal Air Bersih di Wilayah Longsor, Bobby Nasution Akan Bangunkan Sumur Bor
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026
-
Pemerintah Siapkan Skema Kompensasi Rumah untuk Percepat Pengurangan Pengungsi Pascabencana Sumatra
-
DPR dan Pemerintah Pacu Pemulihan Bencana Sumatra, Target Normal Sebelum Ramadhan 2026
-
Agar Siswa Suka Makan Sayur, BGN Akan Libatkan Guru dan Mahasiswa Dalam Pendidikan Gizi di Sekolah
-
Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik