- Dosen UGM, Tri Wibawa, mengimbau waspada terhadap virus super flu Influenza A subclade K karena varian baru berkembang.
- Perubahan genetik virus ini berpotensi memengaruhi imunitas dan mempercepat penularan, meskipun kekerabatannya dekat dengan flu musiman.
- Pencegahan meliputi etika batuk, penggunaan masker, cuci tangan, istirahat cukup, dan vaksinasi tetap dianjurkan bagi kelompok rentan.
Suara.com - Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Tri Wibawa, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran virus super flu. Apalagi dengan varian virus yang mssih berkembang.
Ia bilang bahwa virus Influenza A 'subclade' K secara genetik memiliki perbedaan dengan virus yang sebelumnya bersirkulasi.
"Harus tetap waspada, karena virus influenza H3N2 memang dapat berakibat fatal pada orang yang rentan, seperti lansia," kata Tri, Minggu (11/1/2026).
Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa varian Influenza A 'subclade' K mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal itu berdasarkan dari sifat materi genetik (RNA) yang dibawanya.
Dari perubahan genetik kecil yang terjadi tersebut, dapat menghasilkan virus-virus varian baru yang berkerabat dekat.
Menurut Tri dengan perubahan virus yang cepat dan muncul varian baru yang secara signifikan berbeda akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia.
"Ada potensi akan menyebabkan sistem kekebalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, dan konsekuensi lainnya, seperti penularan yang lebih cepat," ujarnya.
Kendati demikian, Tri menuturkan bahwa subclade K ini tetap memiliki kekerabatan yang dekat dengan virus flu musiman yang kerap dialami oleh banyak orang.
Para ahli virus menganggap bahwa saat ini belum ada tanda yang menunjukkan sesuatu yang tidak biasa dalam cara virus ini berevolusi. Pasalnya virus tersebut selalu berubah dalam rangka revolusinya.
Baca Juga: Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik
"Sejauh ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun studi populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk oleh infeksi influenza sebelumnya atau dari vaksin yang telah didapatkan," ungkapnya.
Bagi Tri, pencegahan dari penularan varian virus ini sama dengan menghindari flu pada umumnya. Mulai dengan cara menerapkan etika batuk yang baik, serta menggunakan masker bagi untuk orang yang sedang mengalami gejala flu.
Termasuk mencuci tangan secara periodik, beristirahat cukup dengan memastikan ruangan memiliki ventilasi yang cukup.
Menurutnya vaksinasi tetap dilakukan untuk kelompok rentan.
"Vaksinasi tetap dianjurkan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, orang lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik
-
Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza
-
Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker
-
Waspada Superflu H3N2, Vaksin Influenza Mulai Diburu Masyarakat
-
Apakah Vaksin Influenza Ampuh Cegah Superflu? Ini 4 Kelompok yang Jadi Prioritas
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya