- Ratusan pengemudi ojek daring berdemonstrasi di depan Kedubes AS, Gambir, Jakarta Pusat, menuntut potongan tarif 10 persen.
- Orator aksi menyoroti janji hukum payung dari Presiden Joko Widodo yang dianggap belum terpenuhi hingga saat ini.
- Aksi yang berlangsung pada hari Rabu (14/1/2026) ini dijaga ketat oleh 1.541 personel gabungan dari kepolisian.
Suara.com - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat.
Pantauan Suara.com dari lokasi, Jalan Medan Merdeka Selatan, yang mengarah ke Balai Kota DKI Jakarta, telah ditutup menggunakan barier.
Selain membawa bendera asosiasi, para demonstran juga terlihat membawa bendera Venezuela.
Di tengah cuaca yang mendung, para peserta aksi asik berjoget menikmati alunan musik yang diputar dari atas mobil komando.
Dalam tuntutannya, salah satu orator menuntut potongan Ojol sebesar 10 persen. Ia juga sempat menyinggung tentang janji Presiden ke-7, Joko Widodo.
“Presiden lalu telah berbohong kepada kami. Dulu Jokowi menjanjikan payung hukum tapi sampai sekarang belum ada,” kata orator dari atas mobil komando, di lokasi, Rabu (14/1/2026).
Saat ini para pengemudi berharap, jika Prabowo sebagai Kepala Negara bisa mengabulkan tuntutan mereka.
“Bapak terpilih karena suara kami,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak 1.541 personel gabungan dikerahkan dalam menjaga jalannya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pengemudi online.
Baca Juga: Siapa Ojol dan Pedagang Online yang Gugat Praktik Kuota Internet Hangus ke MK?
Adapun personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
KLH Siapkan Gugatan Triliunan untuk 6 Perusahaan Terduga Biang Banjir Sumatra
-
Kamuflase Bus Pekerja: Strategi PT GAN Kelabuhi Bea Cukai demi Keluarkan Barang Tanpa Izin
-
Misteri Jurist Tan Dijuluki 'Bu Menteri': Hakim Gregetan, Jaksa Didesak Segera Tangkap Buronan Ini
-
YLKI Catat 1.977 Aduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Paling Dikeluhkan
-
KPK Periksa Sekretaris Camat dan 5 Direktur Swasta dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
-
Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan
-
Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus
-
Kedubes Iran Klarifikasi Unjuk Rasa di Teheran, Ada Intervensi AS dan Israel
-
Nasib Noel di Ujung Palu Hakim, Sidang Pemerasan Rp201 M di Kemenaker Dimulai Senin Depan
-
Semua Gerak-gerik Ayah Bupati Bekasi Dikuliti KPK Lewat Sopir Pribadi