- Fokus pascabanjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar bergeser ke pemulihan layanan dasar kesehatan dan kebutuhan harian warga.
- Paragon menyalurkan genset ke RSUD Langsa didukung berbagai lembaga untuk menjaga operasional medis vital pascabencana.
- Total 30 ton logistik didistribusikan ke Sumatra menggunakan jalur darat dan udara untuk memenuhi kebutuhan beragam warga.
Suara.com - Penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra kini memasuki fase pascabencana. Seiring surutnya air, fokus bantuan bergeser dari respons darurat menuju pemulihan layanan dasar masyarakat, terutama di sektor kesehatan dan kebutuhan harian warga terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penguatan pasokan listrik untuk fasilitas kesehatan. PT Paragon Technology and Innovation menyalurkan generator set (genset) berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa guna memastikan layanan medis tetap berjalan pascabencana. RSUD Langsa merupakan rumah sakit rujukan bagi masyarakat di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, hingga Aceh Timur, sehingga stabilitas pasokan listrik menjadi faktor krusial dalam menjaga operasional rumah sakit.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama kemanusiaan yang melibatkan sejumlah lembaga, antara lain Save the Children, Rumah Zakat, Kitabisa, Baitul Maal Merapi Merbabu, Illuni FKUI, serta mitra kemanusiaan lainnya. Bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang di lapangan.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pascabencana.
“Penyaluran bantuan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana,” ungkap Astri.
Selain dukungan pada sektor kesehatan, distribusi bantuan logistik juga terus dilakukan. Armada kemanusiaan ParagonCorp mengirimkan total sekitar 30 ton bantuan dari Jakarta menuju wilayah Sumatra. Untuk mempercepat distribusi ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, bantuan tersebut juga dikirim menggunakan dua pesawat charter.
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan warga terdampak banjir pun semakin beragam. Sekitar satu bulan pascabencana, kebutuhan di lokasi pengungsian tidak lagi terbatas pada logistik darurat, tetapi mencakup akses air bersih, perlengkapan sanitasi, layanan kesehatan lanjutan, serta pendampingan psikososial bagi anak-anak dan keluarga terdampak.
Human Initiative mencatat bahwa wilayah Sumatra, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, masih menghadapi kebutuhan mendesak pascabencana. Pimpinan Human Initiative, Ferdiansyah, menyebut korban terdampak masih membutuhkan perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi kelompok rentan. Meski demikian, penyaluran bantuan disebut telah mulai diterima oleh sebagian besar warga terdampak.
Pada fase lanjutan, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pascabencana, mulai dari penyediaan air bersih, layanan kesehatan, operasional posko pengungsian, hingga penyaluran sembako, beras, dan dapur umum. Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah, melalui koordinasi dengan berbagai organisasi dan relawan kemanusiaan di lapangan.
Baca Juga: Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!